Trump Ancam Iran: Cepat Buat Kesepakatan atau Tak Ada yang Tersisa dari Anda!

Senin, 18 Mei 2026 - 07:30 WIB
loading...
Trump Ancam Iran: Cepat...
Presiden AS Donald Trump mengancam Iran agar cepat membuat kesepakatan. Jika tidak, tak ada yang tersisa dari Iran. Fotro/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melontarkan peringatan bernada ancaman terhadap Iran untuk segera membuat kesepakatan. Dia mengatakan "waktu terus berjalan".

"Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulisnya di akun Truth Social-nya, @realDonaldTrump, Minggu (17/5/2026). "WAKTU SANGAT PENTING!" lanjut dia.

Baca Juga: AS dan Israel Bersiap Bombardir Iran Lagi, Paling Cepat Minggu Depan

Ancaman itu disampaikan saat Trump dijadwalkan untuk berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa AS gagal memberikan konsesi konkret apa pun dalam tanggapannya terhadap proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri konflik.

Kurangnya kompromi dari Washington akan menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi, menurut laporan kantor berita Mehr.

Pesan Trump menggemakan ancamannya bahwa "seluruh peradaban" akan mati kecuali Iran menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang, tak lama sebelum gencatan senjata diumumkan pada awal April.

Pemimpin Amerika ini telah memperingatkan awal pekan ini bahwa gencatan senjata berada dalam "kondisi kritis" setelah menolak tuntutan Teheran, menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa tuntutan Teheran tersebut "bertanggung jawab" dan "murah hati".

Menurut kantor berita Tasnim, tuntutan Iran termasuk penghentian segera perang di semua front—merujuk pada serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan jaminan tidak akan ada serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Tuntutan tersebut juga dilaporkan mencakup tuntutan kompensasi atas kerusakan perang dan penekanan pada kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Kantor berita Iran lainnya, Fars, melaporkan pada hari Minggu bahwa Washington telah menetapkan lima syarat sebagai tanggapan atas proposal Teheran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tuntutan AS tersebut termasuk agar Iran hanya mempertahankan satu situs nuklir yang beroperasi dan mentransfer persediaan uranium yang diperkaya tinggi ke AS.

Trump pada hari Jumat mengisyaratkan bahwa dia akan menerima penangguhan program nuklir Iran selama 20 tahun—sebuah poin penting yang menjadi perselisihan antara kedua negara—yang tampaknya merupakan konfirmasi perubahan posisi dari tuntutan untuk mengakhiri program tersebut secara total.

Pasukan Israel dan AS memulai serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata yang dimaksudkan untuk memfasilitasi pembicaraan sebagian besar telah dipatuhi meskipun terjadi baku tembak sesekali.

Iran juga terus mengendalikan Selat Hormuz, secara efektif menutup jalur air vital yang dilalui sekitar 20% minyak dan gas alam cair dunia.

Langkah tersebut, yang menurut Iran sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel, telah menyebabkan harga minyak melonjak secara global.

AS, di sisi lain, telah memberlakukan blokade pelabuhan Iran untuk menekan Teheran agar menyetujui persyaratannya.

Pakistan telah berperan sebagai mediator antara AS dan Iran, tetapi kedua pihak tampaknya masih memiliki perbedaan pendapat yang besar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Iran Ancam Serang Negara-negara...
Iran Ancam Serang Negara-negara Arab yang Bantu Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved