AS Hendak Mendakwa Eks Presiden Kuba Raul Castro atas Penembakan 2 Pesawat yang Kabur ke Amerika

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:42 WIB
loading...
A A A
Kuba mengatakan pesawat-pesawat itu berada di wilayah udara Kuba, sementara Amerika Serikat mengatakan pesawat-pesawat itu berada di atas perairan internasional.

Kuba membela penembakan itu sebagai pembelaan yang sah atas wilayah udaranya, tetapi posisi AS kemudian didukung oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, yang menyimpulkan bahwa serangan itu terjadi di atas perairan internasional.

Brothers to the Rescue, sebuah kelompok pilot pengasingan Kuba yang berbasis di Miami, mengatakan misinya adalah untuk mencari pengungsi Kuba yang melarikan diri dari pulau itu di Selat Florida. Kelompok ini secara rutin terbang di dekat pantai Kuba.

Pada awal tahun 1996, pejabat Kuba menuduh kelompok tersebut menjatuhkan puluhan ribu selebaran di atas Havana. Pemimpin kelompok tersebut, Jose Basulto, mengatakan selebaran-selebaran itu dijatuhkan di wilayah udara internasional dan terbawa angin ke Kuba. Namun, anggota kelompok tersebut telah terbang di atas Havana dalam beberapa bulan terakhir untuk menjatuhkan selebaran.

Fidel Castro, yang saat itu menjabat sebagai presiden Kuba, mengatakan setelah insiden tersebut bahwa dia memberikan perintah umum untuk menghentikan penerbangan tetapi tidak secara khusus memerintahkan agar pesawat-pesawat itu ditembak jatuh. Fidel mengatakan militer bertindak berdasarkan "perintah tetap" dan bahwa saudaranya Raul, yang pada saat itu mengawasi dinas keamanan negara sebagai menteri pertahanan, juga tidak memberikan perintah khusus untuk menembak jatuh pesawat-pesawat tersebut.

Seorang mantan anggota Brothers to the Rescue, Juan Pablo Roque, menuduh di televisi Kuba bahwa kelompok pilot tersebut telah terbang ke wilayah udara Kuba untuk mengumpulkan informasi menjelang kemungkinan serangan dan telah merencanakan untuk menyelundupkan senjata ke negara itu. Pejabat AS menolak klaimnya sebagai propaganda dan mengatakan bahwa dia kemungkinan adalah agen Kuba.

Rencana AS mendakwa Raul Castro muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Havana. Pemerintahan Trump menggambarkan pemerintahan Kuba yang saat ini dijalankan oleh komunis sebagai korup dan tidak kompeten dan mendorong perubahan rezim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved