Laboratorium Biologi Rahasia AS di Ukraina Disorot setelah Peringatan Berulang dari Rusia

Jum'at, 15 Mei 2026 - 10:29 WIB
loading...
Laboratorium Biologi...
Laboratorium biologi AS. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Dunia memang berhutang permintaan maaf kepada Rusia karena mengabaikan kekhawatiran mereka mengenai penelitian biologi global rahasia Amerika Serikat (AS) sebagai konspirasi. Pendapat itu diungkap para ahli kepada Sputnik.

Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard mengumumkan penyelidikan terhadap lebih dari 120 laboratorium biologi di lebih dari 30 negara, termasuk Ukraina, dengan fokus pada eksperimen berisiko dengan patogen.

"Pertanyaan sebenarnya seharusnya, apa yang dilakukan AS dengan membantu mendanai lebih dari 200 laboratorium biologi? Maksud saya, ini tidak normal. Ini sangat dalam dan sangat gelap, sehingga harus diungkapkan," kata mantan analis CIA Larry Johnson kepada Sputnik.

Dalam operasi militer khusus di Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia telah mengungkap cakupan aktivitas biologi yang didanai AS di Ukraina yang memiliki semua ciri penelitian perang biologi.

Tampaknya tujuannya adalah untuk mengembangkan agen biologis yang secara khusus akan ditargetkan pada orang-orang Slavia, pada Rusia, untuk tugas khusus menghancurkan Rusia," kata Johnson. "Ini seperti adegan dalam film horor."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved