Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:28 WIB
loading...
Kepala WHO Peringatkan...
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto/x
A A A
JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan “kita mungkin akan melihat lebih banyak kasus” dari strain hantavirus Andes yang mematikan muncul dalam beberapa hari mendatang. Peringatan itu muncul setelah kasus ke-11 tercatat.

Virus ini telah menewaskan tiga orang yang meninggalkan Argentina dengan kapal pesiar bulan lalu, dan menginfeksi delapan orang lainnya.

Kasus terbaru dikonfirmasi Kementerian Kesehatan Spanyol pada hari Selasa, dan melibatkan seorang penumpang yang telah dikarantina di rumah sakit militer di Madrid setelah melakukan perjalanan dengan kapal tersebut.

“Saat ini, tidak ada tanda-tanda bahwa kita melihat awal dari wabah yang lebih besar, tetapi tentu saja situasinya dapat berubah dan, mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” kata Ghebreyesus pada konferensi pers di Madrid pada hari Selasa.

Ghebreyesus mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez karena telah menunjukkan “belas kasih dan solidaritas” dengan mengizinkan kapal MV Hondius yang berbendera Belanda untuk berlabuh di Kepulauan Canary Spanyol pada hari Senin.

Dari Kepulauan Canary, para penumpang dievakuasi ke negara asal mereka, di mana pihak berwenang didesak Tedros untuk mengkarantina mereka selama 42 hari.

Hantavirus adalah keluarga virus yang dibawa oleh hewan pengerat, dan menyebar ke manusia melalui kontak dengan kotoran, urin, atau air liur mereka.

Strain Andes adalah satu-satunya varian yang diketahui menyebar dari manusia ke manusia, dan menyebabkan sindrom kardiopulmoner hantavirus (HPS) pada mereka yang terinfeksi.

Setelah masa inkubasi yang panjang antara enam dan delapan minggu, pasien biasanya mengalami gejala seperti flu yang dapat berkembang menjadi masalah jantung, hipertensi, dan penumpukan cairan di paru-paru dan rongga dada. Strain hantavirus Andes memiliki tingkat kematian sekitar 38%.

Pada hari Sabtu, Tedros menekankan “risiko kesehatan masyarakat saat ini dari hantavirus tetap rendah,” dan wabah tersebut tidak akan menjadi “Covid yang lain.”

Kapal MV Hondius meninggalkan Argentina membawa 147 penumpang dan awak dari 23 negara.

Sejauh ini, setiap kasus yang dikonfirmasi melibatkan seseorang yang bepergian dengan kapal tersebut.

Dua puluh warga negara Inggris diisolasi di Inggris, 14 warga Spanyol dikarantina di rumah sakit militer di Madrid, dan lima warga negara Prancis dipantau di Paris.

Salah satu dari mereka, seorang wanita berusia 65 tahun, mengalami gejala serius dan dipasang ventilator pada hari Selasa, kata pihak berwenang Prancis.

Dua belas petugas kesehatan Belanda juga telah dikarantina setelah salah menangani cairan tubuh pasien hantavirus.

Dari 17 warga Amerika yang dievakuasi dari kapal, satu orang yang dinyatakan positif virus akan dikarantina, sementara yang lain akan diizinkan pulang setelah pemeriksaan singkat. Tedros telah memperingatkan pendekatan ini “mungkin memiliki risiko.”

Baca juga: Rubio Akui AS Berupaya Bujuk China untuk Tekan Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Menkes Pastikan Pasien...
Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di Indonesia Sudah Pulang dan Tidak Menular
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Keji! Israel Bunuh Kiper...
Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Berita Terkini
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Infografis
2025, Diprediksi akan...
2025, Diprediksi akan Banyak Orang Kaya Mendadak karena Kripto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved