3 Fakta Pulau Bubiyan di Kuwait Jadi Target Infiltrasi IRGC
Rabu, 13 Mei 2026 - 11:35 WIB
loading...
Pulau Bubiyan di Kuwait jadi target infiltrasi IRGC. Foto/X/@shahpas
A
A
A
TEHERAN - Kuwait menuduh Iran mengirim empat orang yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyusup ke negara Teluk tersebut melalui Pulau Bubiyan dan melakukan semacam serangan.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan para tersangka mengakui keanggotaan mereka di IRGC dan telah menyusup ke Pulau Bubiyan dengan menggunakan perahu nelayan sewaan untuk melakukan “tindakan permusuhan” terhadap Kuwait, menurut kantor berita resmi Kuna.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa bahwa operasi tersebut terjadi pada tanggal 1 Mei dan para perwira angkatan laut yang ditangkap “di atas kapal nelayan yang disewa khusus untuk melakukan tindakan permusuhan terhadap Kuwait” mengakui bahwa mereka telah ditugaskan oleh IRGC untuk “menyusup”.
Kementerian tersebut mengidentifikasi anggota kelompok tersebut sebagai Kolonel Amir Hussein Abd Mohammed Zara’i dan Abdulsamad Yadallah Qanwati, Kapten Ahmed Jamshid Gholam Reza Zulfiqari dan Letnan Satu Mohammed Hussein Sehrab Faroughi Rad.
Selama konfrontasi dengan pasukan Kuwait di pulau itu, tembakan melukai seorang anggota pasukan Kuwait, kata kementerian tersebut. Dua anggota kelompok lainnya – Kapten Angkatan Laut Mansour Qambari dan kapten kapal, Abdulali Kazem Siamari – melarikan diri selama bentrokan tersebut.
Pelabuhan baru di pulau itu merupakan bagian dari Visi Kuwait 2035 dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China, yang akan menjadikannya penting dalam jaringan perdagangan internasional karena akan memiliki kapasitas pengiriman yang lebih besar dan volume kargo yang lebih tinggi daripada pelabuhan Kuwait lainnya setelah beroperasi.
Hubungan China dengan Pulau Bubiyan juga menjadi sorotan setelah pengumuman Kuwait, khususnya sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada hari Kamis.
Serangan Iran yang digagalkan itu juga terjadi setelah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut Beijing sebagai "teman dekat" Teheran selama kunjungan pekan lalu.
Namun, Irak sendiri telah terjepit di antara AS dan Iran secara politik dan militer, yang semakin menjadikan Pulau Bubiyan sebagai titik panas.
Bubiyan adalah pulau terbesar Kuwait, terletak di ujung utara Teluk dekat perbatasan Irak. Pulau ini memiliki nilai strategis yang signifikan karena kedekatannya dengan jalur pelayaran utama dan lokasinya yang dekat dengan ladang minyak dan instalasi militer Kuwait di utara.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan para tersangka mengakui keanggotaan mereka di IRGC dan telah menyusup ke Pulau Bubiyan dengan menggunakan perahu nelayan sewaan untuk melakukan “tindakan permusuhan” terhadap Kuwait, menurut kantor berita resmi Kuna.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa bahwa operasi tersebut terjadi pada tanggal 1 Mei dan para perwira angkatan laut yang ditangkap “di atas kapal nelayan yang disewa khusus untuk melakukan tindakan permusuhan terhadap Kuwait” mengakui bahwa mereka telah ditugaskan oleh IRGC untuk “menyusup”.
Kementerian tersebut mengidentifikasi anggota kelompok tersebut sebagai Kolonel Amir Hussein Abd Mohammed Zara’i dan Abdulsamad Yadallah Qanwati, Kapten Ahmed Jamshid Gholam Reza Zulfiqari dan Letnan Satu Mohammed Hussein Sehrab Faroughi Rad.
Selama konfrontasi dengan pasukan Kuwait di pulau itu, tembakan melukai seorang anggota pasukan Kuwait, kata kementerian tersebut. Dua anggota kelompok lainnya – Kapten Angkatan Laut Mansour Qambari dan kapten kapal, Abdulali Kazem Siamari – melarikan diri selama bentrokan tersebut.
3 Fakta Pulau Bubiyan di Kuwait Jadi Target Infiltrasi IRGC
1. Lokasi Pangkalan Marinir AS
Karena juga menjadi tempat kontingen Marinir AS, Bubiyan merupakan titik rawan potensial dalam konflik AS-Iran.Pelabuhan baru di pulau itu merupakan bagian dari Visi Kuwait 2035 dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China, yang akan menjadikannya penting dalam jaringan perdagangan internasional karena akan memiliki kapasitas pengiriman yang lebih besar dan volume kargo yang lebih tinggi daripada pelabuhan Kuwait lainnya setelah beroperasi.
2. Memiliki Pelabuhan yang Strategis
Pelabuhan ini juga akan memperkuat peran Kuwait sebagai pusat pengiriman utama dan memungkinkan akses yang lebih mudah ke Laut Merah dan membuka akses ke Teluk Arab.Hubungan China dengan Pulau Bubiyan juga menjadi sorotan setelah pengumuman Kuwait, khususnya sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada hari Kamis.
Serangan Iran yang digagalkan itu juga terjadi setelah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut Beijing sebagai "teman dekat" Teheran selama kunjungan pekan lalu.
3. Sumber Ekonomi Kuwait
Kedekatan pelabuhan tersebut dengan pelabuhan Faw Irak di Teluk Basra sempat menjadi titik ketegangan antara kedua negara hingga navigasi maritim disepakati. Sebaliknya, pelabuhan Mubarak Al Kabeer dirancang untuk menguntungkan secara ekonomi bagi Kuwait dan Irak.Namun, Irak sendiri telah terjepit di antara AS dan Iran secara politik dan militer, yang semakin menjadikan Pulau Bubiyan sebagai titik panas.
Bubiyan adalah pulau terbesar Kuwait, terletak di ujung utara Teluk dekat perbatasan Irak. Pulau ini memiliki nilai strategis yang signifikan karena kedekatannya dengan jalur pelayaran utama dan lokasinya yang dekat dengan ladang minyak dan instalasi militer Kuwait di utara.
(ahm)
Lihat Juga :