KBRI Kuala Lumpur Pantau Pencarian 14 WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:48 WIB
loading...
KBRI Kuala Lumpur Pantau...
WNI diselamatkan dari kapal yang tenggelam di Perak, Malaysia. Foto/Malaysian Maritime Enforcement Agency
A A A
KUALA LUMPUR - KBRI Kuala Lumpur telah menerima informasi terkait kecelakaan kapal di bagian Barat Pulau Pangkor, Perak yang diduga ditumpangi oleh 37 WNI. Dari jumlah tersebut, diperoleh informasi 23 WNI ditemukan selamat dan sisanya 14 orang lagi masih dalam pencarian oleh Tim SAR Malaysia.

KBRI Kuala Lumpur telah melakukan komunikasi dengan Pihak Polis Maritim Malaysia, utamanya terkait penanganan WNI yang menjadi korban kecelakaan. Saat ini, KBRI terus memantau perkembangan terkait operasi Tim SAR Malaysia.

Disamping itu, KBRI Kuala Lumpur juga sedang mengajukan permohonan akses kekonsuleran kepada pihak otoritas untuk menemui seluruh penumpang WNI yang selamat.

Sebelumnya dilaporkan, satu kapal yang mengangkut 37 migran tanpa dokumen berasal dari Indonesia tenggelam di lepas pantai Pulau Pangkor di pantai barat Malaysia. Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Perak, Malaysia mengungkapkan insiden itu mengakibatkan 14 orang dilaporkan hilang.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Perak mengatakan pihaknya mendapat informasi pada Senin pagi (11 Mei) dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban selamat terapung di laut.

"Investigasi awal ... menemukan bahwa jumlah total migran di kapal tersebut adalah 37 orang. Sejauh ini, 23 korban telah diselamatkan sementara upaya terus dilakukan untuk menemukan individu yang tersisa," kata Mohamad Shukri Khotob, direktur MMEA Perak, dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin malam, dilansir CNA.

"Investigasi awal juga menemukan mereka (para migran) berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei dan ... menuju beberapa tujuan di Malaysia, termasuk Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur," tambah Mohamad Shukri.

Dia mengatakan badan tersebut telah mengerahkan kapal, helikopter, dan pesawat pengintai untuk mencari orang hilang. Mereka yang diselamatkan telah diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, investigasi awal menemukan bahwa perahu yang ditumpangi para korban diduga mengalami kebocoran sebelum tenggelam di perairan Pulau Pangkor.

Kemudian, Kepolisian Malaysia (PDRM) membuka berkas investigasi dan memimpin penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) juga membantu dalam operasi pencarian dan penyelamatan serta tindakan penegakan hukum terkait. Semua korban yang diselamatkan dibawa ke Markas Operasi Kepolisian Maritim Kampung Acheh, Perak untuk tindakan lebih lanjut.

Malaysia yang relatif maju adalah rumah bagi jutaan migran dari daerah-daerah miskin di Asia, banyak di antaranya tidak memiliki dokumen, yang bekerja di berbagai industri termasuk konstruksi dan pertanian.

Namun penyeberangan, yang difasilitasi sindikat perdagangan manusia, seringkali berbahaya dan menyebabkan kapal terbalik. Dalam salah satu insiden paling mematikan baru-baru ini, 36 migran tewas pada November 2025 setelah kapal mereka terbalik di dekat pantai Thailand-Malaysia.

Baca juga: Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved