Netanyahu Buka Opsi Militer Israel Luncurkan Invasi Darat ke Iran untuk Rebut Uranium

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:33 WIB
loading...
Netanyahu Buka Opsi...
PM Benjamin Netanyahu buka opsi militer Israel luncurkan invasi darat ke Iran untuk merebut uranium yang diperkaya. Foto/CBS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi militer darat di dalam wilayah Iran untuk merebut uranium yang diperkaya tetap menjadi pilihan yang mungkin. Dia mengeklaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyatakan kesediaan untuk mengambil tindakan langsung.

Dalam wawancara dengan CBS, Netanyahu dan Trump mengatakan kampanye militer melawan Iran akan berlanjut sampai apa yang mereka gambarkan sebagai ancaman nuklir dan rudal Iran sepenuhnya dinetralisir.

Baca Juga: Pangeran Arab Saudi Ungkap Alasan Riyadh Tolak Gabung Perang AS-Israel Melawan Iran

Ketika ditanya apakah perang telah berakhir, Netanyahu menjawab bahwa kampanye militer tersebut telah mencapai banyak hal tetapi belum selesai. Dia menguraikan tujuan perang yang tersisa, termasuk penghapusan uranium yang diperkaya, pembongkaran fasilitas pengayaan uranium, penghentian produksi rudal balistik, dan pelemahan kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran.

Ketika ditanya tentang bagaimana uranium yang diperkaya dapat dihilangkan dari wilayah Iran, Netanyahu berkata: "Masuk dan ambil alih."

Dia tidak menyebutkan apakah operasi darat tersebut akan melibatkan pasukan khusus Israel atau Amerika, tetapi mengatakan Trump telah mengatakan kepadanya selama diskusi: "Saya ingin masuk ke sana."

Menurut Netanyahu, isu kuncinya adalah memastikan adanya kesepakatan politik atau keputusan untuk melaksanakan operasi tersebut, bukan pasukan mana yang akan melaksanakannya.

Trump juga mengatakan kerusakan signifikan telah ditimbulkan pada kemampuan Iran, memperkirakan bahwa sekitar 70 persen target telah dihancurkan, sambil memperingatkan bahwa serangan tambahan dapat dilakukan "dalam dua minggu" jika perlu.

Gencatan Senjata dalam Kondisi Kritis


Sementara itu, Trump menyampaikan kemarahannya dengan memperingatkan bahwa gencatan senjata antara Amerika dan Iran dalam perang Timur Tengah berada dalam kondisi kritis. Menurutnya, itu disebabkan respons Teheran terhadap proposal Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Mikel Merino, Supersub...
Mikel Merino, Supersub yang Tak Ingin Kejar Popularitas
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved