Netanyahu Buka Opsi Militer Israel Luncurkan Invasi Darat ke Iran untuk Rebut Uranium
Selasa, 12 Mei 2026 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
"Jika Selat Hormuz dibuka hari ini, masih akan membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi pasar untuk menyeimbangkan kembali, dan jika pembukaannya ditunda beberapa minggu lagi, maka normalisasi akan berlangsung hingga tahun 2027," paparnya, yang dilansir AFP, Selasa (12/5/2026).
Selain energi, dunia juga menghadapi kekurangan pupuk—yang sebagian besar berasal dari pelabuhan Teluk—dan karenanya bisa memicu krisis pangan untuk puluhan juta orang.
Jorge Moreira da Silva, direktur eksekutif Kantor Layanan Proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOPS), mengatakan kepada AFP bahwa hanya tersisa beberapa minggu untuk mencegah potensi "krisis kemanusiaan besar-besaran".
"Kita mungkin akan menyaksikan krisis yang akan memaksa 45 juta orang lagi mengalami kelaparan dan kekurangan pangan," paparnya.
Trump tidak mengatakan apa yang menyinggungnya dalam respons Iran, tetapi Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Teheran telah menyerukan diakhirinya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhannya dan perang "di seluruh wilayah"—yang menyiratkan penghentian serangan Israel yang menargetkan Hizbullah di Lebanon.
Yang terpenting, juru bicara kementerian tersebut, Esmaeil Baqaei, mengatakan kepada wartawan bahwa Iran menuntut pembebasan aset milik rakyat Iran, yang selama bertahun-tahun secara tidak adil terperangkap di bank-bank asing.
Ini bukan hanya kembali ke status quo sebelum AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari, tetapi merupakan kemenangan dalam kampanye panjang Republik Islam melawan isolasi ekonominya.
"Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran," kata Baqaei.
Selain energi, dunia juga menghadapi kekurangan pupuk—yang sebagian besar berasal dari pelabuhan Teluk—dan karenanya bisa memicu krisis pangan untuk puluhan juta orang.
Jorge Moreira da Silva, direktur eksekutif Kantor Layanan Proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOPS), mengatakan kepada AFP bahwa hanya tersisa beberapa minggu untuk mencegah potensi "krisis kemanusiaan besar-besaran".
"Kita mungkin akan menyaksikan krisis yang akan memaksa 45 juta orang lagi mengalami kelaparan dan kekurangan pangan," paparnya.
Trump tidak mengatakan apa yang menyinggungnya dalam respons Iran, tetapi Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Teheran telah menyerukan diakhirinya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhannya dan perang "di seluruh wilayah"—yang menyiratkan penghentian serangan Israel yang menargetkan Hizbullah di Lebanon.
Yang terpenting, juru bicara kementerian tersebut, Esmaeil Baqaei, mengatakan kepada wartawan bahwa Iran menuntut pembebasan aset milik rakyat Iran, yang selama bertahun-tahun secara tidak adil terperangkap di bank-bank asing.
Ini bukan hanya kembali ke status quo sebelum AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari, tetapi merupakan kemenangan dalam kampanye panjang Republik Islam melawan isolasi ekonominya.
"Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran," kata Baqaei.
(mas)
Lihat Juga :