Uni Eropa Beri Sanksi ke Pemukim Israel karena Penjajahan Ekstremis terhadap Warga Palestina

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:35 WIB
loading...
Uni Eropa Beri Sanksi...
Uni Eropa menyetujui sanksi baru terhadap beberapa organisasi pemukim Israel atas kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Foto/International Crisis Group
A A A
BRUSSELS - Para menteri luar negeri Uni Eropa (UE) pada hari Senin menyetujui sanksi baru terhadap beberapa organisasi pemukim Israel atas kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Sanksi dijatuhkan seiring pergantian pemerintahan di Hongaria yang mengakhiri blokade kebijakan UE selama berbulan-bulan.

“Sudah saatnya kita beralih dari kebuntuan ke penyelesaian,” kata diplomat utama UE Kaja Kallas saat mengumumkan lampu hijau sanksi baru. “Ekstremisme dan kekerasan mempunyai konsekuensi," katanya lagi, seperti dikutip dari AFP, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Mengerikan, Para Pemukim Israel Paksa Warga Palestina Gali Kuburan dan Ambil Jenazah di Tanahnya Sendiri

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan, "UE memberi sanksi kepada organisasi-organisasi utama Israel yang bersalah karena mendukung penjajahan ekstremis dan kekerasan di Tepi Barat, serta para pemimpin mereka."

“Tindakan paling serius dan tidak dapat ditoleransi ini harus dihentikan tanpa penundaan,” tulisnya di media sosial.

Langkah ini sebagai respons terhadap meningkatnya kekerasan dan perluasan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat-wilayah Palestina yang diduduki Israel. Respons UE itu dihentikan oleh Viktor Orban ketika dia menjadi PM Hongaria.

Namun penggulingan Orban—pemimpin nasionalis yang juga sekutu Israel—oleh Peter Magyar kini tampaknya telah membuka jalan bagi pencabutan veto Hongaria terhadap kebijakan UE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Berita Terkini
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Infografis
Jenderal Uni Eropa Minta...
Jenderal Uni Eropa Minta Tentara Dikerahkan ke Greenland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved