Mantan PM Qatar Klaim Perang Iran Paksa Negara-negara Arab Harus Bentuk NATO Teluk, Ini 5 Alasannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:45 WIB
loading...
A A A
Netanyahu telah muncul sebagai penerima manfaat utama dari perang ini, kata Sheikh Hamad, seraya menambahkan bahwa pemimpin Israel itu menggunakan kekacauan untuk memasarkan visinya tentang aliansi regional yang dipaksakan dan “Israel Raya”, sebuah rencana di antara sayap kanan Israel untuk memperluas perbatasan negara lebih dalam ke negara-negara Arab tetangga.

3. Selat Hormuz: Titik Konflik Global Baru

Menilai strategi Teheran, Sheikh Hamad mengatakan Iran berhasil menyerap serangan militer awal perang dan kemudian mengulur waktu dalam penyelesaian setelah menyadari bahwa mereka dapat memanfaatkan keuntungan strategis baru: Selat Hormuz.

Menyebut persenjataan jalur air tersebut sebagai "hasil paling berbahaya" dari perang, ia memperingatkan bahwa Iran sekarang memperlakukan titik penting internasional tersebut sebagai wilayah kedaulatannya sendiri. Hal ini, menurutnya, menimbulkan ancaman yang lebih langsung dan serius bagi perekonomian global daripada program nuklir Iran.

4. Negara Teluk Menanggung Krisis Besar

Negara-negara Teluk, bukan Washington, yang menanggung beban terberat dari krisis ini, kata Sheikh Hamad, dan mantan perdana menteri itu mengecam keras serangan Iran terhadap infrastruktur energi, industri, dan sipil di Teluk dengan dalih menargetkan kepentingan AS, seraya mencatat bahwa negara-negara Teluk tersebut secara eksplisit menentang perang.

Akibatnya, Teheran telah menghabiskan sebagian besar modal politiknya di Teluk, yang menimbulkan kemarahan publik yang meluas atas gangguan ekonomi dan keamanan yang disebabkan oleh tindakannya. Namun, Sheikh Hamad menekankan bahwa geografi menentukan koeksistensi dan menyerukan dialog kolektif dan terbuka antara Teluk dan Teheran, alih-alih dialog yang terpecah-pecah.

5. Adanya Perpecahan Internal di Teluk

Dalam salah satu penilaiannya yang paling blak-blakan, Sheikh Hamad menyatakan bahwa ancaman terbesar bagi Teluk bukanlah Iran, Israel, atau pangkalan militer asing, tetapi perpecahan internal di Teluk.

Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan pembentukan “NATO Teluk”, sebuah proyek politik dan pertahanan bersama yang dimulai dengan kelompok inti negara-negara Teluk yang selaras secara strategis dengan Arab Saudi sebagai tulang punggungnya. Ia berpendapat bahwa Uni Eropa dimulai dengan sejumlah kecil negara sebelum berkembang, menyarankan model serupa yang diatur oleh hukum institusional yang ketat dan dihormati oleh semua anggota.

Menanggapi kehadiran militer AS, Sheikh Hamad mengakui bahwa pangkalan AS telah memberikan pencegahan yang penting selama beberapa dekade. Namun, ia memperingatkan bahwa poros strategis Washington menuju Asia dan pembendungan China berarti Teluk tidak dapat lagi bergantung selamanya pada payung keamanan AS, dan ia mendesak negara-negara Teluk untuk mengembangkan kemitraan strategis jangka panjang berbasis kepentingan dengan kekuatan regional seperti Turki, Pakistan, dan Mesir.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved