Jika Ingin Perang Berakhir, Iran Tuntut Kompensasi dan Kedaulatan Selat Hormuz
Senin, 11 Mei 2026 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat AS telah menolak kontrol semacam itu sebagai "tidak dapat diterima," tetapi Iran bersikeras bahwa keamanan selat tersebut adalah masalah regional.
Perang dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, membunuh mendiang pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan menyerang situs nuklir, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil.
Angkatan bersenjata Iran sejak itu telah melakukan 100 gelombang serangan balasan di bawah Operasi Janji Sejati 4, dan Teheran menuntut kompensasi penuh atas kerusakan besar yang disebabkan oleh pemboman AS-Israel.
Teheran belum mengumumkan apakah putaran pembicaraan baru akan berlangsung, tetapi para pejabat Iran telah menjelaskan bahwa negosiasi di masa mendatang harus didasarkan pada penghormatan terhadap hak-hak Iran, bukan pada perintah atau paksaan.
Perang dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, membunuh mendiang pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan menyerang situs nuklir, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil.
Angkatan bersenjata Iran sejak itu telah melakukan 100 gelombang serangan balasan di bawah Operasi Janji Sejati 4, dan Teheran menuntut kompensasi penuh atas kerusakan besar yang disebabkan oleh pemboman AS-Israel.
Teheran belum mengumumkan apakah putaran pembicaraan baru akan berlangsung, tetapi para pejabat Iran telah menjelaskan bahwa negosiasi di masa mendatang harus didasarkan pada penghormatan terhadap hak-hak Iran, bukan pada perintah atau paksaan.
(ahm)
Lihat Juga :