Belajar dari Nasib Khamenei, Korut Tembakkan Senjata Nuklir Jika Kim Jong-un Dibunuh

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:46 WIB
loading...
A A A
Serangan yang dirancang untuk melenyapkan Kim Jong-un dan lingkaran terdekatnya akan jauh lebih sulit dilakukan daripada serangan di Iran.

Perbatasan Korea Utara pada dasarnya tertutup rapat dan beberapa diplomat asing, pekerja bantuan, dan pengusaha dari negara-negara "sahabat" yang memasuki negara itu dipantau secara ketat, sehingga intelijen manusia yang sangat penting untuk keberhasilan serangan Iran tidak mungkin diperoleh.

Dilaporkan bahwa intelijen Israel mampu menentukan lokasi para pemimpin Iran setelah meretas kamera lalu lintas di Teheran— taktik yang tidak dapat ditiru di Pyongyang karena keterbatasan CCTV dan intranet yang dikontrol ketat.

Kim Jong-un dikenal takut akan keamanan pribadinya dan selalu ditemani oleh pengawal. Dia menghindari penerbangan dan biasanya menggunakan kereta lapis baja untuk bepergian.

Profesor Lankov mengatakan: “Ketakutan terbesar mereka adalah informasi dari teknologi satelit. Dan, secara keseluruhan, kekhawatiran mereka bukan tanpa dasar karena melenyapkan kepemimpinan di awal konflik apa pun kemungkinan akan menentukan.”

Dia percaya bahwa, dengan militer yang loyal kepada kepemimpinan dan memandang setiap serangan terhadap negara sebagai ancaman eksistensial, para perwira yang ditugaskan untuk melancarkan serangan nuklir balasan akan melaksanakannya.

Profesor Lankov menambahkan: “Saya tidak melihat kemungkinan serangan datang dari Korea Selatan, jadi setiap pembalasan akan ditujukan kepada Amerika Serikat.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved