Belajar dari Nasib Khamenei, Korut Tembakkan Senjata Nuklir Jika Kim Jong-un Dibunuh

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:46 WIB
loading...
Belajar dari Nasib Khamenei,...
Revisi konstitusi Korea Utara mewajibkan serangan nuklir terhadap musuh jika Kim Jong-un dibunuh. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) telah mengubah konstitusinya sehingga militernya diwajibkan untuk melancarkan serangan nuklir balasan jika pemimpin mereka, Kim Jong-un, dibunuh oleh serangan asing.

Perubahan konstitusi ini dilakukan setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan banyak penasihat terdekatnya tewas dalam serangan awal agresi gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Teheran.

Baca Juga: Kim Jong-un Puji Tentara Korut karena Ledakkan Diri daripada Ditangkap Pasukan Ukraina

Revisi tersebut diadopsi pada sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15, yang dibuka pada 22 Maret di Pyongyang. Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan yang mengetahui kebijakan baru Pyongyang itu telah memberikan pengarahan kepada anggota senior pemerintah Korea Selatan.

Menurut pengarahan NIS, Kim Jong-un memiliki komando atas pasukan nuklir Korea Utara, tetapi perubahan konstitusi tersebut mengkodifikasi prosedur untuk serangan balasan jika dia tidak mampu menjalankan tugasnya atau terbunuh.

Pasal 3 yang telah direvisi dari undang-undang kebijakan nuklir menyatakan: “Jika sistem komando dan kendali atas kekuatan nuklir negara terancam oleh serangan pasukan musuh...serangan nuklir akan diluncurkan secara otomatis dan segera.”

Profesor Andrei Lankov, seorang profesor sejarah dan hubungan internasional kelahiran Rusia di Universitas Kookmin di Seoul, mengatakan: “Ini mungkin sudah menjadi kebijakan sebelumnya, tetapi sekarang telah diabadikan dalam konstitusi, hal ini memiliki penekanan tambahan."

“Iran adalah peringatan. Korea Utara melihat efisiensi luar biasa dari serangan pemenggalan kepala AS-Israel, yang segera melenyapkan sebagian besar kepemimpinan Iran, dan mereka sekarang pasti ketakutan," ujarnya, seperti dikutip dari The Telegraph, Minggu (10/5/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved