Inilah Yildirimhan, Rudal Balistik Antarbenua Turki yang Diklaim Mampu Serang Daratan AS
Minggu, 10 Mei 2026 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
Yildirimhan, yang berarti "petir" dalam bahasa Turki, dimaksudkan sebagai bagian dari tujuan Turki yang lebih luas untuk menunjukkan kekuatan militernya yang semakin meningkat menjelang KTT NATO di Ankara pada Juli mendatang. Perang AS-Israel melawan Iran tetap menjadi alasan bagi Turki untuk memperluas daya pencegahan militernya di kawasan yang semakin tidak stabil.
“Kami bermaksud menggunakannya semata-mata untuk tujuan pencegahan,” kata Menteri Pertahanan Yadar Guler pada acara peluncuran rudal tersebut pada Selasa lalu.
“Namun, jika diperlukan, jangan sampai ada yang meragukan bahwa kami akan mengerahkan rudal tersebut tanpa ragu-ragu dan dengan cara yang paling efektif,” ujarnya.
Terlepas dari peluncuran yang megah tersebut, para analis pertahanan tetap skeptis tentang kemampuan sebenarnya dari rudal sepanjang 18 meter itu. Mereka juga menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa Guler mengetahui bahwa video tersebut menunjukkan target AS.
“Ini adalah perkiraan yang berlebihan. Industri pertahanan Turki memiliki banyak kemampuan, dan berkembang pesat, tetapi belum mencapai level ini,” kata seorang pejabat pertahanan Barat, sebagaimana dikutip dari Financial Times, Minggu (10/5/2026). “Tampaknya sangat ambisius dan patut dipertanyakan,” imbuh Fabian Hoffman, seorang pakar rudal di Universitas Oslo.
“Kami bermaksud menggunakannya semata-mata untuk tujuan pencegahan,” kata Menteri Pertahanan Yadar Guler pada acara peluncuran rudal tersebut pada Selasa lalu.
“Namun, jika diperlukan, jangan sampai ada yang meragukan bahwa kami akan mengerahkan rudal tersebut tanpa ragu-ragu dan dengan cara yang paling efektif,” ujarnya.
Terlepas dari peluncuran yang megah tersebut, para analis pertahanan tetap skeptis tentang kemampuan sebenarnya dari rudal sepanjang 18 meter itu. Mereka juga menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa Guler mengetahui bahwa video tersebut menunjukkan target AS.
“Ini adalah perkiraan yang berlebihan. Industri pertahanan Turki memiliki banyak kemampuan, dan berkembang pesat, tetapi belum mencapai level ini,” kata seorang pejabat pertahanan Barat, sebagaimana dikutip dari Financial Times, Minggu (10/5/2026). “Tampaknya sangat ambisius dan patut dipertanyakan,” imbuh Fabian Hoffman, seorang pakar rudal di Universitas Oslo.
Lihat Juga :