Ingin Lumpuhkan Militer AS, Rusia Siapkan Senjata Inovatif untuk Iran, Apa Itu?

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
Ingin Lumpuhkan Militer...
Ingin lumpuhkan militer AS, Rusia siapkan senjata inovatif untuk Iran. Foto/X/@TheGreyPatriot_
A A A
MOSKOW - Teknologi mutakhir Rusia mungkin menjadi salah satu alasan mengapa perang Amerika melawan Iran gagal. Pemerintah Vladimir Putin diduga telah memberikan intelijen yang memungkinkan drone Iran untuk menargetkan pasukan Amerika di Timur Tengah.

Ingin Lumpuhkan Militer AS, Rusia Siapkan Senjata Inovatif untuk Iran, Apa Itu?

1. Menyiapkan 5.000 Drone Serat Optik

Kini, sebuah laporan baru menunjukkan bahwa Moskow mungkin juga telah menawarkan untuk menyediakan Teheran dengan drone yang tidak dapat diganggu sinyal dan pelatihan untuk menggunakannya melawan pasukan Amerika di Timur Tengah.

Mengutip dokumen rahasia, The Economist melaporkan bahwa rencana rahasia pemerintahan Putin melibatkan Rusia yang menyediakan Iran dengan 5.000 drone serat optik jarak pendek—yang digunakan Moskow di Ukraina—dan sejumlah drone jarak jauh yang dipandu satelit. Tawaran Moskow kepada Teheran juga mencakup pelatihan para profesional untuk menggunakan kedua jenis drone tersebut.

Ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa Rusia mungkin telah menyediakan Teheran dengan senjata inovatif dalam jumlah yang cukup besar yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa pada pasukan Amerika dan sekutu.


2. Menyiapkan Jebakan ketika Pasukan AS Gelar Invasi Darat

Rencana pengiriman menggunakan drone tersebut dilaporkan merupakan bagian dari proposal setebal sepuluh halaman yang disiapkan oleh GRU—badan intelijen angkatan bersenjata Rusia—untuk dipresentasikan kepada Teheran. Proposal tanpa tanggal tersebut berisi enam diagram dan sebuah peta yang menggambarkan pulau-pulau di lepas pantai Iran, demikian dilaporkan The Economist.

Dalam analisisnya terhadap dokumen tersebut, publikasi Inggris memperkirakan proposal tersebut disusun dalam enam minggu pertama perang, ketika ada kemungkinan besar Presiden Donald Trump memerintahkan pasukan darat untuk menyerang Iran dan berpotensi merebut Pulau Kharg, fasilitas minyak penting. Namun, tidak dikonfirmasi apakah dokumen tersebut diteruskan ke Iran atau apakah Moskow mengirimkan drone ke Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved