Reputasi Global AS Merosot di Bawah Peringkat Rusia dan China

Sabtu, 09 Mei 2026 - 11:05 WIB
loading...
Reputasi Global AS Merosot...
Bendera AS dilukis di tembok yang retak. Foto/diplomaticourier
A A A
WASHINGTON - Reputasi Amerika Serikat (AS) memburuk di bawah Presiden Donald Trump dan negara itu kini tertinggal di belakang China dan Rusia. Data ini menurut studi tahunan yang ditugaskan oleh Alliance of Democracies Foundation.

Lembaga nirlaba yang berbasis di Denmark ini didirikan mantan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen pada tahun 2017 sebagai respons terhadap dugaan kemunduran Washington dari panggung global di tengah masa jabatan pertama Trump.

Selama enam tahun terakhir, yayasan ini telah merilis laporan Indeks Persepsi Demokrasi, yang menilai "keadaan demokrasi" di berbagai negara di seluruh dunia.

Kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan telah menyebabkan AS anjlok dalam peringkat tersebut, yang berkisar antara +100% dan -100%, dengan negara tersebut saat ini turun menjadi -16% dari +22% dua tahun lalu.

Indikator saat ini lebih rendah daripada China (+7%) dan Rusia (-11%), menurut survei tersebut.

Negara-negara Nordik, Swedia, Norwegia, dan negara tuan rumah organisasi nirlaba tersebut, Denmark, terdaftar sebagai tiga negara teratas dalam indeks terbaru. Ukraina berada di antara lima negara terbawah, menempati peringkat ke-95 dengan nilai -23%.

Survei ini dilakukan oleh perusahaan jajak pendapat Nira Data antara 19 Maret dan 21 April, menjangkau lebih dari 94.000 responden di 98 negara. Namun, studi ini tidak memberikan banyak detail tentang kriteria pasti yang digunakan untuk menyusun indeks tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved