Takut Infiltrasi Iran, Militer Israel Nonaktifkan Sistem Pelacakan Rudal

Jum'at, 08 Mei 2026 - 14:56 WIB
loading...
A A A
"Di militer, alih-alih menangani dan mencegah kebocoran informasi, mereka memilih solusi termudah dan menutup akses bagi semua orang," ujarnya.

"Mereka secara tidak bertanggung jawab memilih untuk menghukum kami," imbuh petugas itu, merujuk pada IDF.

Meningkatnya Spionase


Juru bicara IDF mengatakan kepada Ynet, "Sistem tersebut berisi informasi sensitif, dan selama perang ditemukan kasus-kasus yang memerlukan penyesuaian prosedur dan pengurangan izin akses untuk mencegah kerusakan pada keamanan informasi."

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel menghadapi peningkatan jumlah kasus yang melibatkan warga sipil—dan, kadang-kadang, bahkan personel keamanan—yang dituduh menjadi mata-mata Iran.

Menurut laporan Ma'ariv, sejak Oktober 2023 lebih dari 40 dakwaan telah diajukan terhadap sekitar 60 warga sipil Israel atas tuduhan spionase.

Intelijen Iran dilaporkan merekrut warga Israel melalui insentif finansial, dan sebagai imbalannya, para rekrutan tersebut mendokumentasikan lokasi-lokasi strategis dan membantu mengatur serangan di dalam Israel.

Surat kabar Haaretz mengungkapkan pekan ini bahwa intelijen Iran telah memperoleh informasi rahasia dan sensitif tentang para peneliti di Institut Studi Keamanan Nasional (INSS), lembaga think tank keamanan terkemuka Israel, yang berafiliasi dengan IDF dan Universitas Tel Aviv.

Menurut laporan tersebut, selama enam tahun terakhir, Iran telah memperoleh informasi pribadi tentang para peneliti, beberapa di antaranya adalah mantan pejabat senior di lembaga keamanan Israel, serta detail tentang pertemuan rahasia antara personel INSS dan militer Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Speed Boat Hilang Kontak...
Speed Boat Hilang Kontak di Teluk Tomini: 12 Orang Ditemukan, Nahkoda Masih Dicari
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Olah TKP Pria Meninggal...
Olah TKP Pria Meninggal Dunia Diduga Karumga Febrie, Polisi Bawa Bantal hingga Motor
Berita Terkini
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved