AS Dituding Berbohong tentang Penenggelaman 6 Kapal Angkatan Laut Iran

Selasa, 05 Mei 2026 - 19:24 WIB
loading...
AS Dituding Berbohong...
Pesawat tempur Angkatan Laut AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln selama Operasi Epic Fury yang menargetkan Iran di Teluk Oman, pada 1 Maret 2026. Foto/Angkatan Laut AS/Anadolu Agency
A A A
WASHINGTON - Iran membantah klaim bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) menenggelamkan enam kapal angkatan laut Iran yang diduga mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (4/5/2026) bahwa militer AS "menghilangkan" sejumlah kecil kekuatan angkatan laut Iran di wilayah tersebut.

Serangan yang dilaporkan tersebut merupakan bagian dari Proyek Kebebasan –inisiatif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu untuk mengawal kapal tanker dan kapal lain yang terjebak di Selat Hormuz sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari.

"Klaim AS mengenai penenggelaman sejumlah kapal tempur Iran adalah kebohongan," ungkap seorang pejabat militer senior Iran kepada kantor berita IRIB pada hari Senin.

Cooper mengklaim militer AS menenggelamkan setidaknya enam kapal Iran, dengan membanggakan "kemampuan dan daya tembak yang sangat besar yang terkonsentrasi di dalam dan sekitar selat, termasuk helikopter AH-64 Apache dan MH-60 Seahawk."

Sebelumnya pada hari Senin, Kantor Berita Fars melaporkan militer Iran menembak kapal patroli Angkatan Laut AS di dekat Selat Hormuz.

CENTCOM menolak klaim tersebut, mengatakan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena tembakan.

Washington dan Teheran tetap berselisih mengenai nasib jalur air utama tersebut, yang menyumbang sekitar 20% perdagangan minyak maritim global.

Iran dilaporkan mengusulkan mekanisme baru untuk mengatur selat tersebut sebagai bagian dari proposal perdamaian terbarunya, yang ditolak AS.

Trump memerintahkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk memaksa Teheran menyetujui penyelesaian perdamaian yang memuaskan Washington.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut blokade tersebut sebagai "tindakan perang" yang melanggar gencatan senjata yang dicapai pada awal April.

"Proyek Kebebasan adalah Proyek Kebuntuan," kata Araghchi dalam unggahan di X, memperingatkan AS untuk "waspada agar tidak terseret kembali ke dalam rawa oleh pihak-pihak yang berniat jahat."

Baca juga: Korea Selatan Belum Putuskan Bergabung Proyek Kebebasan Trump setelah Insiden Kapal Rusak
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved