Korea Selatan Belum Putuskan Bergabung Proyek Kebebasan Trump setelah Insiden Kapal Rusak

Selasa, 05 Mei 2026 - 17:08 WIB
loading...
Korea Selatan Belum...
Kapal terlihat di sekitar Selat Hormuz. Foto/anadolu
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengatakan sedang mempertimbangkan dengan cermat posisinya untuk bergabung dengan misi Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Mereka mengatakan sikap mereka akan didasarkan pada hukum internasional, keselamatan jalur maritim internasional, aliansi jangka panjangnya dengan AS, dan situasi keamanan di Semenanjung Korea.

Kementerian Pertahanan menambahkan mereka telah berdiskusi dengan mitra lain, yang dipimpin Inggris dan Prancis, untuk mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz.

Tetapi mengirim kapal perang akan menjadi pilihan terakhir karena membutuhkan persetujuan Majelis Nasional karena Selat Hormuz adalah zona perang aktif.

Jadi Seoul pada dasarnya mengatakan mereka tidak berkomitmen atau memberikan penolakan tegas saat ini karena ini adalah keputusan yang rumit untuk dibuat.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan satu kapal Korea Selatan terkena proyektil Iran, pemerintah Korea Selatan lebih berhati-hati dalam pernyataannya.

Mereka hanya mengkonfirmasi adanya ledakan, bahwa api berasal dari sisi kiri ruang mesin dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, Lorenzo Kamel, profesor sejarah di Universitas Turin, mengatakan "pengalihan tanggung jawab stabilisasi militer" oleh negara-negara Timur Tengah yang menampung pasukan AS adalah masalah bagi kawasan tersebut yang harus diatasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Korea Selatan Kirim...
Korea Selatan Kirim Kapal Pendarat ke Latihan yang Dipimpin AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved