Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar

Selasa, 05 Mei 2026 - 07:11 WIB
loading...
A A A
Pada hari yang sama, Fars News Agency yang berbasis di Iran melaporkan bahwa militer Teheran telah menyerang kapal patroli Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz. Komando Pusat AS atau CENTCOM menolak klaim tersebut, mengatakan tidak ada kapal Angkatan Laut yang terkena serangan Iran.

Ketegangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berjanji pada hari Minggu untuk "membantu membebaskan" kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Jalur perairan utama tersebut, yang menyumbang sekitar 20% dari perdagangan minyak laut global, secara de facto telah ditutup Iran setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Gangguan ini telah menyebabkan harga minyak melonjak, dengan harga bensin rata-rata nasional di AS melebihi USD4,40 per galon.

Meskipun biaya konsumen meningkat dan tingkat ketidaksetujuan mencapai rekor tertinggi, Trump memutuskan untuk mempertahankan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Teheran agar menyetujui penyelesaian damai yang memuaskan bagi Washington.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut blokade tersebut sebagai "tindakan perang" yang melanggar gencatan senjata yang dicapai pada awal April.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved