Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Senin, 04 Mei 2026 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
“Meskipun langka, hantavirus dapat menyebar antarmanusia, dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah serta membutuhkan pemantauan, dukungan, dan respons pasien yang cermat," paparnya.
Menurut Mohale, orang pertama di kapal pesiar yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang berusia 70 tahun. Dia meninggal di atas kapal dan jenazahnya saat ini berada di pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.
Istrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan, di mana dia meninggal di rumah sakit Johannesburg. Mohale menambahkan bahwa pihaknya belum dapat mengonfirmasi kewarganegaraan para korban.
Kasus ketiga, seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun, juga dievakuasi ke Johannesburg, di mana dia dirawat di unit perawatan intensif.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa badan tersebut bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara anggota yang terkena dampak.
“WHO memfasilitasi evakuasi medis dua penumpang yang menunjukkan gejala, melakukan penilaian risiko penuh, dan mendukung orang-orang yang terkena dampak di atas kapal,” katanya.
“Tindakan cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk menahan risiko dan melindungi kesehatan masyarakat," imbuh dia.
Suami dan Istri Jadi Korban
Menurut Mohale, orang pertama di kapal pesiar yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang berusia 70 tahun. Dia meninggal di atas kapal dan jenazahnya saat ini berada di pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.
Istrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan, di mana dia meninggal di rumah sakit Johannesburg. Mohale menambahkan bahwa pihaknya belum dapat mengonfirmasi kewarganegaraan para korban.
Kasus ketiga, seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun, juga dievakuasi ke Johannesburg, di mana dia dirawat di unit perawatan intensif.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa badan tersebut bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara anggota yang terkena dampak.
“WHO memfasilitasi evakuasi medis dua penumpang yang menunjukkan gejala, melakukan penilaian risiko penuh, dan mendukung orang-orang yang terkena dampak di atas kapal,” katanya.
“Tindakan cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk menahan risiko dan melindungi kesehatan masyarakat," imbuh dia.
Lihat Juga :