Proyek Kebebasan Hormuz Dapat Sebabkan Eskalasi Berbahaya Jika Iran Melawan Kapal Perang AS

Senin, 04 Mei 2026 - 13:15 WIB
loading...
A A A
"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," kata Trump.

"Proses ini, Proyek Kebebasan, akan dimulai Senin pagi, waktu Timur Tengah," imbuh dia.

Pada 29 April, lebih dari 900 kapal komersial berada di Teluk, menurut perusahaan intelijen maritim AXSMarine. Jumlahnya lebih dari 1.100 pada awal konflik.

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran memperingatkan bahwa Teheran akan menganggap setiap upaya AS untuk ikut campur di Selat Hormuz sebagai pelanggaran gencatan senjata.

"Campur tangan Amerika apa pun dalam rezim maritim baru Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," tulis Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, di X.

Aliansi AS-Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran merespons dengan serangan terhadap pangkalan militer AS dan target Israel di wilayah tersebut.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, dan telah ada satu putaran pembicaraan perdamaian langsung di Islamabad sejak saat itu, di mana kedua negara menemui jalan buntu.

Iran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sejak perang dimulai, mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved