Proyek Kebebasan Hormuz Dapat Sebabkan Eskalasi Berbahaya Jika Iran Melawan Kapal Perang AS

Senin, 04 Mei 2026 - 13:15 WIB
loading...
Proyek Kebebasan Hormuz...
Proyek Kebebasan Selat Hormuz yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump dapat menyebabkan eskalasi berbahaya jika Iran memilih melawannya. Foto/US CENTCOM
A A A
TEHERAN - Project Freedom atau Proyek Kebebasan yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dapat menyebabkan eskalasi berbahaya jika Iran memilih untuk melawannya. Misi itu melibatkan pengerahan lebih dari 100 pesawat dan kapal perang Amerika.

“Iran memiliki sejumlah besar drone dan kapal kecil yang dapat membuat ini sangat, sangat sulit,” kata Harlan Ullman, pakar keamanan dari Killowen Group, kepada Al Jazeera, Senin (4/5/2026).

Bacaa Juga: Tembus Blokade AS, Kapal Tanker Iran Kedua Memasuki Selat Lombok Indonesia

“Saya tidak ingin melihat konfrontasi di mana kapal perang Amerika terkena serangan, karena kemudian Amerika tidak akan memiliki pilihan lain selain membalas," lanjut dia.

Dia menyatakan harapan bahwa pengumuman Trump menandai "terobosan" diplomatik yang dilakukan dalam koordinasi dengan Iran dan para mediator dalam perundingan antara kedua negara.

“Saya berharap Pakistan, Oman, atau Arab Saudi berperan dalam semacam pra-negosiasi untuk memungkinkan hal ini terjadi,” katanya.

Ullman mengatakan keberhasilan pada akhirnya membutuhkan diplomasi. “Satu-satunya solusi untuk krisis ini adalah pembukaan kembali selat tersebut, diikuti dengan negosiasi diplomatik yang panjang dengan Iran untuk mengatasi ambisi nuklirnya," paparnya.

"Jika misi ini merupakan langkah awal yang matang, selamat kepada pemerintahan Trump. Tetapi jika hanya setengah matang dan mengarah pada eskalasi, itu bisa menjadi bencana," imbuh dia.

Dia menambahkan, “Negosiasi, bukan pengeboman, adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini tanpa mengganggu tatanan ekonomi internasional.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Trump Tuduh China Pegang...
Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah
Rekomendasi
Ceramah di Sekolah Alazka,...
Ceramah di Sekolah Alazka, KH Anwar Zahid Minta Orang Tua Dampingi Anak Main HP
Preview Spanyol vs Argentina:...
Preview Spanyol vs Argentina: Siapa Kampiun Piala Dunia 2026?
Wagub Rano Minta Sudirman-Thamrin...
Wagub Rano Minta Sudirman-Thamrin Jadi Ruang Seni saat Jakarta Berusia 500 Tahun
Berita Terkini
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved