Gelombang PHK di Tengah Krisis Energi Ungkap Rapuhnya Fondasi Ekonomi China

Senin, 04 Mei 2026 - 10:02 WIB
loading...
A A A
Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan sedikitnya 16 juta pekerjaan di berbagai sektor industri China sudah berada dalam risiko akibat tarif AS. Ketika tekanan tersebut bertemu dengan krisis minyak global, pasar properti yang terus melemah, dan rendahnya konsumsi domestik, dampaknya menjadi jauh lebih besar.

Korban utama adalah para pekerja manufaktur.

Di berbagai wilayah seperti Hunan, Sichuan, dan Inner Mongolia, ratusan buruh turun ke jalan memprotes penutupan pabrik dan tunggakan gaji.

Sebuah pabrik garmen di Guangzhou yang mempekerjakan 700 pekerja tutup setelah dua pekan aksi mogok. Pabrik onderdil otomotif Chungshu Huxin dituduh mengganti pekerja tetap dengan buruh sementara demi menghindari pembayaran pesangon.

Sementara Liao Toy Factory di Dongguan, yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun, tutup mendadak dan meninggalkan pekerja senior tanpa kompensasi memadai.

“Para pekerja yang menghabiskan masa muda mereka di jalur produksi kini kehilangan upah, pesangon, dan perlindungan,” kata Jathindra.

Dia juga menyoroti respons pemerintah China yang lebih menekankan penindasan ketimbang reformasi.

Penutupan Ratusan Pabrik


Menurut Freedom House China Dissent Monitor, sekitar tiga perempat protes di China berkaitan dengan masalah ekonomi, termasuk upah tidak dibayar, proyek perumahan mangkrak, dan sengketa lahan.

Namun ketika buruh di Shenzhen mencoba menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah, polisi disebut mencegat mereka dan memaksa kembali ke pabrik.

“Ini bukan tata kelola pemerintahan. Ini adalah manajemen krisis melalui intimidasi,” tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved