IRGC: Pilihan AS Hanya Operasi Militer yang Mustahil atau Kesepakatan Buruk dengan Iran
Senin, 04 Mei 2026 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Media Iran, termasuk Tasnim dan Fars, melaporkan pada hari Sabtu tentang isi proposal Teheran tersebut.
Menurut laporan Tasnim, Iran mengatakan bahwa masalah-masalah yang belum terselesaikan antara kedua pihak harus diselesaikan dalam waktu 30 hari dan harus fokus pada mengakhiri perang daripada memperpanjang gencatan senjata.
Isu-isu tersebut mencakup penarikan pasukan militer AS dari wilayah sekitar Iran, pencabutan blokade Angkatan Laut AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan pencabutan sanksi.
Sementara itu, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan aset-aset Angkatan Udara dan Angkatan Laut akan kerahkan untuk mendukung "Project Freedom" atau "Proyek Kebebasan” di Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026). Langkah ini untuk menjebol "benteng" Iran di selat strategis tersebut.
Menurut CENTCOM, Proyek Kebebasan diluncurkan untuk membantu memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Misi ini, yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump, akan mendukung kapal dagang yang berupaya melintasi jalur air strategis tersebut, yang mengangkut sekitar seperempat perdagangan minyak laut global serta volume signifikan produk bahan bakar dan pupuk.
“Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut,” kata komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Menurut laporan Tasnim, Iran mengatakan bahwa masalah-masalah yang belum terselesaikan antara kedua pihak harus diselesaikan dalam waktu 30 hari dan harus fokus pada mengakhiri perang daripada memperpanjang gencatan senjata.
Isu-isu tersebut mencakup penarikan pasukan militer AS dari wilayah sekitar Iran, pencabutan blokade Angkatan Laut AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan pencabutan sanksi.
Sementara itu, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan aset-aset Angkatan Udara dan Angkatan Laut akan kerahkan untuk mendukung "Project Freedom" atau "Proyek Kebebasan” di Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026). Langkah ini untuk menjebol "benteng" Iran di selat strategis tersebut.
Menurut CENTCOM, Proyek Kebebasan diluncurkan untuk membantu memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Misi ini, yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump, akan mendukung kapal dagang yang berupaya melintasi jalur air strategis tersebut, yang mengangkut sekitar seperempat perdagangan minyak laut global serta volume signifikan produk bahan bakar dan pupuk.
“Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut,” kata komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Lihat Juga :