AS Coba Jebol 'Benteng' Iran di Selat Hormuz, Kerahkan Lebih dari 100 Pesawat dan Kapal Perang
Senin, 04 Mei 2026 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
"Campur tangan Amerika apa pun dalam rezim maritim baru Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," tulis Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, di X.
Aliansi AS-Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran merespons dengan serangan terhadap pangkalan militer AS dan target Israel di wilayah tersebut.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, dan telah ada satu putaran pembicaraan perdamaian langsung di Islamabad sejak saat itu, di mana kedua negara menemui jalan buntu.
Iran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sejak perang dimulai, mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Aliansi AS-Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran merespons dengan serangan terhadap pangkalan militer AS dan target Israel di wilayah tersebut.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, dan telah ada satu putaran pembicaraan perdamaian langsung di Islamabad sejak saat itu, di mana kedua negara menemui jalan buntu.
Iran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sejak perang dimulai, mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(mas)
Lihat Juga :