Iran Akan Ubah Selat Hormuz Jadi Kuburan Bajak Laut AS

Minggu, 03 Mei 2026 - 19:05 WIB
loading...
A A A
Agresi AS-Israel yang tidak beralasan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran.

Angkatan bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan balasan yang berhasil terhadap target-target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah tersebut.

Mereka juga memblokir Selat Hormuz untuk kapal tanker minyak dan gas yang berafiliasi dengan musuh dan mereka yang bekerja sama dengan musuh dalam upaya untuk menjaga keamanan di jalur air yang penting tersebut.

Pada 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Islamabad mulai berlaku, tetapi putaran pertama negosiasi Teheran-Washington gagal mencapai kesepakatan.

Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata, tetapi memberlakukan "blokade angkatan laut" yang tidak manusiawi terhadap Iran.

Teheran telah menahan diri untuk tidak berkomitmen pada putaran kedua pembicaraan, dengan pihak berwenang menyebutkan tuntutan Washington yang berlebihan dan pembajakan terhadap kapal-kapal Iran sebagai dua hambatan utama untuk mengakhiri perang.

Sebelumnya, Alexandru Hudisteanu, seorang analis militer dan ahli maritim, mengatakan bahwa kembalinya perang antara Amerika Serikat dan Iran mungkin terjadi tetapi tidak dapat dihindari meskipun retorika yang berapi-api dilontarkan oleh kedua belah pihak.

“Jalur diplomasi masih berlanjut. Terlepas dari semua manuver yang dilakukan Presiden Trump di media sosial, kita harus memahami bahwa negosiasi sedang berlangsung di balik layar melalui saluran resmi,” kata Hudisteanu kepada Al Jazeera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Trump Peringatkan Eropa...
Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Berita Terkini
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved