Pakar Militer Sebut AS Kalah secara Strategis dalam Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 - 14:18 WIB
loading...
Pakar Militer Sebut...
Pakar militer sebut AS kalah secara strategis dalam Perang Iran. Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Pakar militer Trita Parsi dari Quincy Institute for Responsible Statecraft mengungkapkan, biaya ekonomi dari blokade pelabuhan Iran telah melebihi perkiraan Gedung Putih dan berpendapat bahwa kerusakan strategis yang lebih luas bagi AS mungkin lebih signifikan.

“Iran telah berada di bawah berbagai tekanan ekonomi dan sanksi selama 47 tahun,” kata Parsi kepada Al Jazeera. “Tidak satu pun dari tekanan tersebut berhasil menghancurkan Iran atau memaksa mereka untuk menyerah.”

Kedua belah pihak mungkin dapat bertahan selama beberapa minggu lagi, katanya, tetapi situasinya “hanya akan semakin memburuk”.

Biaya manusia dan ekonomi bagi negara ketiga sudah sangat besar.

Kuwait, misalnya, “belum mengekspor minyak selama sebulan penuh – sesuatu yang belum pernah terjadi dalam 30 atau 40 tahun”. Parsi menambahkan bahwa tekanan dari kekuatan seperti China dapat mendorong kedua belah pihak menuju solusi diplomatik.



Analis tersebut juga membahas dampak dari penarikan 5.000 pasukan AS dari Jerman.

“Amerika Serikat pada dasarnya telah kalah secara strategis, dan ini menunjukkan bahwa Iran mampu melakukan hal yang sama terhadap Amerika Serikat seperti yang dilakukan Ukraina terhadap Rusia,” katanya. “Hal ini akan menimbulkan pertanyaan serius tentang kegunaan, keandalan, dan efektivitas payung keamanan Amerika.”

Trita Parsi mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap Iran telah menjadi bumerang bagi Presiden Trump dan memperburuk situasi.

“Negosiasi sedang berlangsung dan dapat dilanjutkan terlepas dari blokade tersebut,” kata Parsi kepada Al Jazeera.

“Blokade tersebut tidak ada hubungannya dengan kehadiran Iran di meja perundingan. Jika ada, blokade tersebut lebih menghambat kemajuan diplomatik daripada hal lainnya.”

Ia berpendapat bahwa Trump sebenarnya telah mengamankan keuntungan terbesarnya melalui diplomasi sebelum blokade diberlakukan.

“Begitu ia berhasil mendapatkan gencatan senjata, tekanan utama padanya, yaitu perang itu sendiri dan dampaknya terhadap kenaikan harga gas, telah hilang. Seandainya ia tetap berada dalam skenario itu dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, ia akan berada dalam posisi yang jauh lebih kuat terhadap Iran, karena Iran belum berhasil mendapatkan hal utama yang mereka inginkan: pencabutan sanksi.”

Sebaliknya, dengan memberlakukan blokade, Trump justru mengurangi pasokan minyak di pasar.

“Harga minyak sekarang lebih tinggi selama gencatan senjata daripada selama perang itu sendiri. Semua indikator ekonomi ini menunjukkan bahwa blokade memperburuk situasi bagi Trump,” kata Parsi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved