Trump Mengaku Tidak Puas dengan Proposal Terbaru Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan

Sabtu, 02 Mei 2026 - 06:45 WIB
loading...
Trump Mengaku Tidak...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (1/5/2026) bahwa ia tidak puas dengan proposal terbaru dari Iran mengenai kemungkinan kesepakatan. Pernyataan itu muncul seiring proses negosiasi antara AS dan Iran.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi saya tidak puas dengan itu, jadi kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Ocala, Florida.

Trump juga mengatakan pembicaraan damai antara Washington dan Teheran terus berlanjut melalui telepon karena melakukan perjalanan ke Pakistan terlalu memakan waktu.

"Mereka terus bekerja sama dengan kami, tetapi perjalanan [ke Pakistan] sangat panjang dan kami melakukan semuanya dalam hal negosiasi saat ini melalui telepon," kata Trump kepada wartawan sebelum keberangkatannya ke Florida.

Trump menambahkan Washington baru saja melakukan percakapan dengan Teheran, tetapi mengatakan diskusi tersebut tidak membuatnya senang.

Trump juga mengatakan dia tidak senang dengan Italia dan Spanyol ketika ditanya tentang potensi penarikan pasukan AS dari negara-negara Eropa ini.

"Saya tidak senang dengan Italia, dan saya tidak senang dengan Spanyol," ujar Trump kepada wartawan sebelum keberangkatannya ke acara di Villages, Florida.

Presiden mengaitkan kritiknya dengan posisi kedua negara tersebut terhadap Iran, mengklaim kedua negara tersebut percaya kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran dapat diterima.

Baca juga: Israel Ancam Perang Iran Segera Berkobar Lagi, AS Isi Ulang Persenjataan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved