Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei: Dengan Pertolongan Tuhan, AS Menghadapi Kekalahan Memalukan
Jum'at, 01 Mei 2026 - 05:53 WIB
loading...
A
A
A
"Kita dan tetangga kita di seberang perairan Teluk Persia dan (Teluk) Oman memiliki takdir yang sama. Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya untuk bertindak dengan keserakahan dan kebencian di sini tidak memiliki tempat di sini, kecuali di dasar perairannya," imbuh Mojtaba.
Mojtaba mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah dikalahkan dalam perangnya melawan Iran. Menyebut AS dan Israel sebagai pengganggu di kawasan tersebut, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat menghadapi "kekalahan memalukan" dalam rencananya dan bahwa "babak baru" kini sedang berlangsung untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz.
“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk [Persia] dan Selat Hormuz,” papar Mojtaba, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Jumat (1/5/2026).
Pernyataan Mojtaba muncul ketika industri minyak Iran mulai terusik oleh blokade Angkatan Laut AS yang menghentikan kapal tanker minyaknya untuk berlayar. Sementara itu, patokan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni mencapai USD126 per barel dalam perdagangan pada hari Kamis karena Iran mempertahankan cengkeramannya di Selat Hormuz, mulut sempit Teluk Persia yang dilalui seperlima dari seluruh minyak mentah dan gas alam yang diperdagangkan.
Dengan gencatan senjata yang rapuh, AS dan Iran terjebak dalam kebuntuan di selat tersebut. Blokade AS dirancang untuk mencegah Iran menjual minyaknya, sehingga merampas pendapatan penting negara itu sekaligus berpotensi menciptakan situasi di mana Teheran harus menghentikan produksi karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan minyak.
Kekalahan Memalukan Amerika Serikat
Mojtaba mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah dikalahkan dalam perangnya melawan Iran. Menyebut AS dan Israel sebagai pengganggu di kawasan tersebut, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat menghadapi "kekalahan memalukan" dalam rencananya dan bahwa "babak baru" kini sedang berlangsung untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz.
“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk [Persia] dan Selat Hormuz,” papar Mojtaba, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Jumat (1/5/2026).
Pernyataan Mojtaba muncul ketika industri minyak Iran mulai terusik oleh blokade Angkatan Laut AS yang menghentikan kapal tanker minyaknya untuk berlayar. Sementara itu, patokan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni mencapai USD126 per barel dalam perdagangan pada hari Kamis karena Iran mempertahankan cengkeramannya di Selat Hormuz, mulut sempit Teluk Persia yang dilalui seperlima dari seluruh minyak mentah dan gas alam yang diperdagangkan.
Dengan gencatan senjata yang rapuh, AS dan Iran terjebak dalam kebuntuan di selat tersebut. Blokade AS dirancang untuk mencegah Iran menjual minyaknya, sehingga merampas pendapatan penting negara itu sekaligus berpotensi menciptakan situasi di mana Teheran harus menghentikan produksi karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan minyak.
(mas)
Lihat Juga :