Trump Akan Kurangi Pasukan AS di Jerman usai Kanselir Merz Sebut Amerika Dipermalukan Iran
Kamis, 30 April 2026 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Trump telah lama mengkritik Jerman dan negara-negara Eropa lainnya karena gagal meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka sendiri, meskipun dia memuji keputusan anggota NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka menjadi 5 persen dari PDB.
Ketegangan kembali meningkat setelah sekutu NATO menolak memberikan dukungan yang diminta Trump untuk perang melawan Iran, yang dilancarkan AS bersama Israel tanpa berkonsultasi atau memberi tahu mereka.
Keinginan Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark—juga anggota NATO—, yang telah ditolak dengan tegas, juga memperumit hubungan di tingkat politik.
Trump berupaya mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman secara signifikan selama masa jabatan pertamanya, meskipun hal itu tidak pernah terwujud, kata Jeff Rathke, mantan diplomat AS dan presiden American-German Institute di Johns Hopkins University.
Rathke mengatakan militer AS sangat diuntungkan dengan kehadiran di pangkalan-pangkalan di luar negeri, termasuk Ramstein di Jerman. “Pasukan AS di Eropa bukanlah sumbangan amal kepada orang-orang Eropa yang tidak tahu berterima kasih—mereka adalah instrumen jangkauan militer global Amerika,” katanya.
Para pejabat militer AS dan Jerman mengatakan hubungan kerja mereka tetap kuat meskipun ada unggahan media sosial Trump yang sporadis tentang keluar dari NATO atau pengurangan pasukan.
Ketegangan kembali meningkat setelah sekutu NATO menolak memberikan dukungan yang diminta Trump untuk perang melawan Iran, yang dilancarkan AS bersama Israel tanpa berkonsultasi atau memberi tahu mereka.
Keinginan Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark—juga anggota NATO—, yang telah ditolak dengan tegas, juga memperumit hubungan di tingkat politik.
Trump berupaya mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman secara signifikan selama masa jabatan pertamanya, meskipun hal itu tidak pernah terwujud, kata Jeff Rathke, mantan diplomat AS dan presiden American-German Institute di Johns Hopkins University.
Rathke mengatakan militer AS sangat diuntungkan dengan kehadiran di pangkalan-pangkalan di luar negeri, termasuk Ramstein di Jerman. “Pasukan AS di Eropa bukanlah sumbangan amal kepada orang-orang Eropa yang tidak tahu berterima kasih—mereka adalah instrumen jangkauan militer global Amerika,” katanya.
Para pejabat militer AS dan Jerman mengatakan hubungan kerja mereka tetap kuat meskipun ada unggahan media sosial Trump yang sporadis tentang keluar dari NATO atau pengurangan pasukan.
(mas)
Lihat Juga :