Trump Akan Kurangi Pasukan AS di Jerman usai Kanselir Merz Sebut Amerika Dipermalukan Iran

Kamis, 30 April 2026 - 10:52 WIB
loading...
Trump Akan Kurangi Pasukan...
Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman usai berselisih dengan Kanselir Friedrich Merz soal perang Iran. Foto/DPA
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukan Amerika di Jerman.

Pernyataan Trump disampaikan pada hari Rabu, beberapa hari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Iran telah mempermalukan AS dalam perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan.

Trump sebelumnya telah mengkritik Jerman dan sekutu NATO lainnya karena tidak mengirimkan Angkatan Laut mereka untuk membantu Amerika membuka Selat Hormuz yang ditutup Iran.

Baca Juga: Tak Punya Strategi Keluar Perang, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Iran

“Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan yang akan dibuat dalam waktu dekat,” kata Trump, yang disampaikan di Truth Social, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (30/4/2026).

Seorang pejabat senior Gedung Putih pada awal bulan ini mengatakan kepada Reuters bahwa Trump telah membahas kemungkinan untuk menarik sebagian pasukan AS dari Eropa.

AS memiliki lebih dari 68.000 personel militer aktif yang ditempatkan secara permanen di pangkalan luar negerinya di Eropa pada Desember 2025, menurut data dari US Defense Manpower Data Center (DMDC).

Lebih dari setengahnya—sekitar 36.400—berbasis di Jerman. Itu hanya sebagian kecil dari 250.000 pasukan AS yang ditempatkan di sana pada tahun 1985, sebelum runtuhnya Tembok Berlin dan berakhirnya Perang Dingin.

Trump dan Merz Berselisih soal Perang Iran


Trump telah berselisih dengan Kanselir Merz mengenai perang AS-Israel terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Selasa, Trump mengatakan Merz tidak tahu apa yang dibicarakannya setelah pemimpin Jerman itu mengatakan bahwa Iran mempermalukan AS dalam perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan.

Merz pada hari Rabu mengatakan hubungannya dengan Trump baik, meskipun ada perselisihan tentang perang tersebut.

Unggahan Trump muncul beberapa jam setelah jenderal tertinggi Jerman, Carsten Breuer, bertemu dengan Wakil Menteri Perang AS Elbridge Colby dan pejabat pertahanan AS lainnya pada hari Rabu untuk membahas dokumen strategi militer pertama negaranya di luar payung NATO sejak Perang Dunia II.

Colby memuji dokumen Jerman tersebut, yang menjabarkan tujuan Berlin untuk menjadi kekuatan konvensional terbesar di Eropa, dalam serangkaian unggahan di X setelah dirilis pekan lalu, dengan mengatakan bahwa dokumen itu menunjukkan “jalan yang jelas ke depan.”

“Presiden Trump telah dengan tepat menyatakan bahwa Eropa harus meningkatkan perannya, dan NATO tidak boleh lagi menjadi macan kertas,” kata Colby di X.

“Jerman sekarang mengambil peran utama dalam hal ini. Setelah bertahun-tahun melakukan perlucutan senjata, Berlin meningkatkan perannya," paparnya.

Breuer mengatakan kepada wartawan di Washington bahwa Colby menunjukkan “apresiasi yang besar” terhadap strategi militer Jerman dan upayanya untuk mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar di NATO, serta komitmen finansialnya untuk mencapai tujuan tersebut.

Breuer tidak memberikan indikasi bahwa pejabat AS telah membahas prospek pengurangan pasukan Amerika di Jerman.

Kedutaan Besar Jerman tidak memberikan komentar segera. Pentagon merujuk pertanyaan ke Gedung Putih, yang juga tidak memberikan komentar segera.

Trump telah lama mengkritik Jerman dan negara-negara Eropa lainnya karena gagal meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka sendiri, meskipun dia memuji keputusan anggota NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka menjadi 5 persen dari PDB.

Ketegangan kembali meningkat setelah sekutu NATO menolak memberikan dukungan yang diminta Trump untuk perang melawan Iran, yang dilancarkan AS bersama Israel tanpa berkonsultasi atau memberi tahu mereka.

Keinginan Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark—juga anggota NATO—, yang telah ditolak dengan tegas, juga memperumit hubungan di tingkat politik.

Trump berupaya mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman secara signifikan selama masa jabatan pertamanya, meskipun hal itu tidak pernah terwujud, kata Jeff Rathke, mantan diplomat AS dan presiden American-German Institute di Johns Hopkins University.

Rathke mengatakan militer AS sangat diuntungkan dengan kehadiran di pangkalan-pangkalan di luar negeri, termasuk Ramstein di Jerman. “Pasukan AS di Eropa bukanlah sumbangan amal kepada orang-orang Eropa yang tidak tahu berterima kasih—mereka adalah instrumen jangkauan militer global Amerika,” katanya.

Para pejabat militer AS dan Jerman mengatakan hubungan kerja mereka tetap kuat meskipun ada unggahan media sosial Trump yang sporadis tentang keluar dari NATO atau pengurangan pasukan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Berita Terkini
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved