Iran Ancam Gunakan Senjata yang Sangat Ditakuti AS, Klaim Bisa Bikin Serangan Jantung

Kamis, 30 April 2026 - 10:12 WIB
loading...
Iran Ancam Gunakan Senjata...
Iran ancam gunakan senjata yang sangat ditakuti AS dan Israel, klaim bisa sebabkan pasukan musuh serangan jantung. Foto/Iran Press
A A A
WASHINGTON - Iran telah mengancam akan menggunakan senjata baru dalam perang melawan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Senjata tersebut diklaim sangat ditakuti oleh pasukan musuh dan dapat menyebabkan mereka serangan jantung.

Ancaman tersebut dilontarkan komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS—sebuah rencana yang juga akan menunda diskusi tentang program nuklir Teheran.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran

Alih-alih setuju dengan proposal Iran, Trump justru memutuskan untuk melanjutkan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Irani mengatakan Republik Islam Iran akan segera menghadapi pasukan musuh dengan senjata yang sangat ditakuti. Dia tidak merinci detail senjata yang dimaksud.

"Dan itu tepat di sebelah mereka [juga]...Saya harap mereka tidak akan mengalami serangan jantung," katanya merujuk pada senjata tersebut, sebagaimana disiarkan Press TV Iran.

Dia juga mengejek strategi pemerintahan Trump untuk memaksa Teheran ke meja perundingan menggunakan tekanan ekonomi dengan memblokir perdagangan minyak Iran melalui Selat Hormuz.

Dia mengatakan bahwa musuh telah salah mengira bahwa mereka akan mencapai hasil yang mereka inginkan melalui serangan agresi terbaru terhadap Iran dalam waktu sesingkat mungkin. "Asumsi itu kini telah menjadi lelucon di akademi militer," katanya, yang dilansir NDTV, Kamis (30/4/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved