AS Akui Habiskan Rp433,7 Triliun untuk Perang Iran, tapi Biaya Sebenarnya Bisa Rp867,5 Triliun

Kamis, 30 April 2026 - 08:34 WIB
loading...
AS Akui Habiskan Rp433,7...
Pentagon akui AS habiskan USD25 miliar atau Rp433,7 triliun untuk perang melawan Iran. Namun, biaya yang sebenarnya bisa USD50 miliar atau Rp867,5 triliun. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
WASHINGTON - Pentagon pada hari Rabu secara terbuka mengakui biaya yang dihabiskan Amerika Serikat (AS) untuk perang melawan Iran mencapai USD25 miliar atau lebih dari Rp433,7 triliun.

Namun, menurut laporan CNN, biaya yang sebenarnya bisa USD50 miliar atau lebih dari Rp867,5 triliun karena angka Pentagon tidak termasuk nilai kerusakan besar pada pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran

Orang-orang yang mengetahui masalah ini, yang dikutip CNN, mengatakan perkiraan yang lebih tinggi tersebut memperhitungkan rekonstruksi pangkalan dan penggantian aset militer yang hancur setelah serangan balasan Iran di negara-negara Teluk pada tahap awal perang.

Laporan tersebut mengatakan fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar termasuk di antara yang rusak, dengan sistem radar utama dan peralatan lainnya juga dilaporkan terkena serangan.

Para pejabat Pentagon mengatakan kepada Kongres bahwa angka USD25 miliar sebagian besar mencerminkan pengeluaran amunisi, sambil mengakui bahwa perhitungan lengkap kerusakan di luar negeri belum selesai.

Pelaksana tugas pengawas keuangan Pentagon, Jules Hurst, menyampaikan angka itu selama sidang dengan Komite Angkatan Bersenjata DPR (HASC). Perang gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang dijuluki Operasi Epic Fury, dimulai pada 28 Februari.

“Sebagian besar itu untuk amunisi. Sebagian dari itu jelas untuk O&M [Operasi dan Pemeliharaan] dan penggantian peralatan,” lanjut Hurst selama sidang yang membahas permintaan anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2027.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dan Menteri Perang Pete Hegseth juga hadir.

Hegseth Membela Perang Melawan Iran


Hegseth membela perang AS-Israel melawan Iran, mengatakan bahwa itu bukanlah rawa. Dia menyerang anggota Parlemen dari Partai Demokrat, menyebutnya "tidak becus" karena mengkritik konflik yang tidak populer tersebut.

Hegseth memberikan kesaksian di hadapan Kongres untuk pertama kalinya sejak AS dan Israel melancarkan perang.

Kepala Pentagon itu menolak pertanyaan tentang biaya perang, dengan mengatakan: "Pertanyaan yang akan saya ajukan kepada komite ini adalah, berapa nilainya untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir?"

Popularitas Presiden AS Donald Trump telah merosot tajam sejak konflik dimulai dan hanya 34 persen warga Amerika yang menyetujui konflik AS melawan Iran, turun dari 36 persen pada pertengahan April dan 38 persen pada pertengahan Maret, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.

Kubu Partai Demokrat menghujani Hegseth dengan pertanyaan tentang konflik yang tidak berkesudahan tersebut, dengan Anggota Kongres John Garamendi dari California menyebutnya sebagai "rawa" dan "bencana politik dan ekonomi di setiap tingkatan."

Hegseth menanggapi dengan marah. “Anda menyebutnya rawa, memberikan propaganda kepada musuh kita? Malu Anda atas pernyataan itu,” kata Hegseth menanggapi Garamendi.

Hegseth mengecam anggota Kongres dari Partai Demokrat tersebut. “Ceroboh, tidak becus, dan pesimistis. Jangan katakan: ‘Saya mendukung pasukan di satu sisi, dan kemudian misi dua bulan adalah rawa'. Siapa yang Anda dukung di sini? Siapa yang Anda perjuangkan?” kesal Hegseth.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved