Intel AS Meneliti Bagaimana Respons Iran Jika Trump Nyatakan Menang Perang

Kamis, 30 April 2026 - 08:00 WIB
loading...
A A A
“CIA [Badan Intelijen Pusat] tidak mengetahui penilaian yang dilaporkan oleh komunitas intelijen,” kata Liz Lyons, direktur kantor urusan publik badan tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters, Kamis (30/4/2026).

CIA menolak untuk menjawab pertanyaan spesifik tentang pekerjaannya saat ini terkait Iran. Kantor Direktur Intelijen Nasional juga menolak berkomentar.

Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan AS masih terlibat dengan Iran dalam negosiasi. "Dan tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk," katanya.

“Presiden hanya akan menandatangani perjanjian yang mengutamakan keamanan nasional AS, dan dia telah menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya lagi.

Biaya Politik yang Mahal


Jajak pendapat menunjukkan bahwa perang ini sangat tidak populer di kalangan warga Amerika. Hanya 26 persen responden dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pekan lalu mengatakan bahwa kampanye militer tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkan, dan hanya 25 persen yang mengatakan bahwa hal itu telah membuat AS lebih aman.

Tiga orang yang mengetahui diskusi Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir menggambarkan Trump sangat menyadari harga politik yang harus dibayar oleh dirinya dan partainya.

Dua puluh hari setelah Trump menyatakan gencatan senjata, serangkaian diplomasi gagal untuk sepenuhnya membuka Selat Hormuz yang vital secara ekonomi, yang ditutup Teheran dengan menyerang kapal dan memasang ranjau di jalur air yang sempit tersebut.

Penghambatan pengiriman yang membawa sekitar 20 persen minyak mentah dunia telah mendorong kenaikan biaya energi di seluruh dunia dan harga bensin di AS. Kemampuan Iran untuk mengganggu perdagangan memberikannya pengaruh yang kuat terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Kemarau Meluas, BNPB...
Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla Melanda 4 Daerah di Jawa Timur
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved