Intel AS Meneliti Bagaimana Respons Iran Jika Trump Nyatakan Menang Perang
Kamis, 30 April 2026 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan untuk mengurangi kehadiran militer AS di kawasan tersebut, yang dipadukan dengan pencabutan blokade secara timbal balik, pada akhirnya akan menurunkan harga bensin.
Namun, sejauh ini, kedua pihak tampaknya masih jauh dari kesepakatan apa pun.
Akhir pekan lalu, Trump membatalkan perjalanan utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner untuk bertemu dengan pejabat Iran di Pakistan, dan mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa itu akan memakan waktu "terlalu lama" dan bahwa jika Iran ingin berbicara, "yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon."
Berbagai opsi militer secara resmi tetap ada, termasuk serangan udara yang diperbarui terhadap para pemimpin militer dan politik Iran, menurut seseorang yang mengetahui dinamika pemerintahan Trump.
Namun, salah satu pejabat AS dan orang lain yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan bahwa opsi yang paling ambisius—seperti invasi darat ke daratan Iran—tampaknya kurang mungkin terjadi dibandingkan beberapa minggu yang lalu.
Seorang pejabat Gedung Putih menggambarkan tekanan domestik pada presiden untuk mengakhiri perang sebagai "sangat besar."
Salah satu dari sumber AS mengatakan Iran telah memanfaatkan gencatan senjata yang sedang berlangsung untuk menggali peluncur, amunisi, drone, dan material lainnya yang telah terkubur akibat pengeboman AS dan Israel pada minggu-minggu awal konflik.
Akibatnya, biaya taktis untuk melanjutkan perang skala penuh bisa dibilang lebih tinggi sekarang daripada pada hari-hari awal gencatan senjata, yang dimulai pada 8 April.
Namun, sejauh ini, kedua pihak tampaknya masih jauh dari kesepakatan apa pun.
Akhir pekan lalu, Trump membatalkan perjalanan utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner untuk bertemu dengan pejabat Iran di Pakistan, dan mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa itu akan memakan waktu "terlalu lama" dan bahwa jika Iran ingin berbicara, "yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon."
Opsi Militer AS Tetap Ada
Berbagai opsi militer secara resmi tetap ada, termasuk serangan udara yang diperbarui terhadap para pemimpin militer dan politik Iran, menurut seseorang yang mengetahui dinamika pemerintahan Trump.
Namun, salah satu pejabat AS dan orang lain yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan bahwa opsi yang paling ambisius—seperti invasi darat ke daratan Iran—tampaknya kurang mungkin terjadi dibandingkan beberapa minggu yang lalu.
Seorang pejabat Gedung Putih menggambarkan tekanan domestik pada presiden untuk mengakhiri perang sebagai "sangat besar."
Salah satu dari sumber AS mengatakan Iran telah memanfaatkan gencatan senjata yang sedang berlangsung untuk menggali peluncur, amunisi, drone, dan material lainnya yang telah terkubur akibat pengeboman AS dan Israel pada minggu-minggu awal konflik.
Akibatnya, biaya taktis untuk melanjutkan perang skala penuh bisa dibilang lebih tinggi sekarang daripada pada hari-hari awal gencatan senjata, yang dimulai pada 8 April.
(mas)
Lihat Juga :