6 Alasan Kekuatan Utama Iran Bukan pada Mojtaba Khamenei, tapi IRGC

Rabu, 29 April 2026 - 13:35 WIB
loading...
6 Alasan Kekuatan Utama...
IRGC jadi kekuatan utama Iran, bukan Mojtaba Khamenei. Foto/X
A A A
TEHERAN - Dua bulan setelah perang dengan AS dan Israel, Iran tidak lagi memiliki satu pun penengah ulama yang tak terbantahkan di puncak kekuasaan — sebuah perubahan mendadak dari masa lalu yang mungkin memperkeras sikap Teheran saat mempertimbangkan pembicaraan baru dengan Washington.

Sejak didirikan pada tahun 1979, Republik Islam telah berpusat pada seorang pemimpin tertinggi dengan otoritas akhir atas semua masalah penting negara. Namun, pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang, dan pengangkatan putranya yang terluka, Mojtaba, telah mengantarkan tatanan yang berbeda yang didominasi oleh komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan ditandai dengan tidak adanya wasit yang tegas dan berwibawa.

6 Alasan Kekuatan Utama Iran Bukan pada Mojtaba Khamenei, tapi IRGC

1. Mojtaba Hanya Melegitimasi Keputusan Para Jenderalnya

Mojtaba Khamenei tetap berada di puncak sistem, tetapi tiga orang yang mengetahui pertimbangan internal mengatakan perannya sebagian besar adalah untuk melegitimasi keputusan yang dibuat oleh para jenderalnya daripada mengeluarkan arahan sendiri.

Tekanan masa perang telah memusatkan kekuasaan ke dalam lingkaran dalam yang lebih sempit dan garis keras yang berakar pada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), kantor Pemimpin Tertinggi, dan IRGC, yang sekarang mendominasi strategi militer dan keputusan politik utama, kata para pejabat dan analis Iran.

“Respon Iran sangat lambat,” kata seorang pejabat senior pemerintah Pakistan yang diberi pengarahan tentang pembicaraan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Islamabad. “Tampaknya tidak ada struktur komando pengambilan keputusan tunggal. Terkadang, mereka membutuhkan waktu 2 hingga 3 hari untuk merespons.”


2. IRGC Jadi Penentu Perundingan Gencatan Senjata

Para analis mengatakan hambatan untuk kesepakatan bukanlah perselisihan internal di Teheran, tetapi kesenjangan antara apa yang Washington siap tawarkan dan apa yang bersedia diterima oleh IRGC garis keras Iran.

Tokoh diplomatik Iran dalam pembicaraan dengan AS adalah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang baru-baru ini bergabung dengan Ketua Parlemen Mohammed Baqer Qalibaf -- mantan komandan IRGC, walikota Teheran, dan kandidat presiden -- yang telah muncul selama perang sebagai penghubung utama antara elit politik, keamanan, dan ulama Iran.

Namun, di lapangan, tokoh sentralnya adalah komandan IRGC Ahmad Vahidi, menurut seorang sumber Pakistan dan dua sumber Iran yang mengidentifikasinya beberapa minggu lalu sebagai tokoh kunci Iran, termasuk pada malam pengumuman gencatan senjata.

Mojtaba, yang terluka parah dalam serangan pembuka Israel dan AS yang menewaskan ayahnya dan kerabat lainnya serta membuatnya cacat dengan luka serius di kaki, belum muncul di depan umum dan berkomunikasi melalui ajudan IRGC atau tautan audio terbatas karena kendala keamanan, kata dua orang yang dekat dengan lingkaran dalamnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved