Trump Tak Senang dengan Proposal Terbaru Iran untuk Akhiri Perang

Selasa, 28 April 2026 - 13:29 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan proposal tersebut, gencatan senjata akan diperpanjang untuk jangka waktu yang lama atau dibuat permanen, sementara pembicaraan tentang program nuklir Iran hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan pembatasan dicabut.

Trump pekan lalu menolak proposal lain dari Iran, dan tiba-tiba membatalkan negosiasi di Pakistan yang seharusnya diadakan di Islamabad selama akhir pekan. Para pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa Iran tidak mengizinkan para negosiator untuk membuat konsesi apa pun terkait program nuklirnya, yang merupakan pukulan besar bagi perundingan damai.

Debat di pemerintahan Trump sekarang berpusat pada seberapa besar penderitaan ekonomi yang dapat ditanggung Iran di tengah blokade AS yang sedang berlangsung di Selat Hormuz, dan efek riak yang ditimbulkannya pada ekonomi Iran.

Produksi minyak dengan cepat melampaui kapasitas penyimpanan, dan sumur-sumur minyak tidak dapat dimatikan. Kerusakan signifikan akan terjadi jika sumur-sumur tersebut ditutup, dan beberapa tokoh di dalam pemerintahan Trump berpendapat bahwa Iran akan membuat kesepakatan daripada menanggung biaya tersebut, menurut laporan The New York Times.

Namun, yang lain percaya bahwa kepemimpinan Iran justru semakin keras setelah keputusan Trump untuk bergabung dengan Israel dalam menyerang negara tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved