Negara Arab Ini Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

Selasa, 28 April 2026 - 08:23 WIB
loading...
Negara Arab Ini Cabut...
Kerajaan Bahrain, negara Arab di kawasan Teluk, telah mencabut kewarganegaraan 69 orang karena mendukung Iran. Foto/Al Jazeera
A A A
MANAMA - Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Bahrain mengumumkan bahwa kerajaan telah mencabut kewarganegaraan 69 individu karena dukungan mereka terhadap Iran. Menurut kementerian itu, puluhan orang itu memberikan dukungan setelah serangan Teheran terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk yang dimulai pada akhir Februari.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mencantumkan puluhan orang yang dicabut kewarganegaraannya, termasuk tanggungan mereka. "Mereka ditemukan telah mendukung tindakan permusuhan Iran, termasuk berkolusi dengan entitas asing," bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip dari The New Arab, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Terungkap, Uni Emirat Arab Minta Bantuan Israel Tangkis Rudal Iran dengan Iron Dome

Organisasi hak asasi manusia (HAM) Bahrain Institute for Rights and Democracy (BIRD) menggambarkan keputusan tersebut sebagai "pencabutan kewarganegaraan massal pertama sejak 2019".

Kelompok tersebut mengatakan tidak jelas apakah mereka yang terkena dampak telah ditangkap, apakah mereka berada di dalam atau di luar negeri, atau apakah mereka memiliki kewarganegaraan lain.

Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Arab Teluk, termasuk Bahrain, sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel terhadap republik Islam tersebut yang dimulai pada 28 Februari.

Teheran menuduh negara-negara Arab itu mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka sebagai landasan peluncuran serangan.

Serangan Iran, yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut serta infrastruktur penting di negara-negara Teluk, telah berhenti sejak gencatan senjata rapuh yang diumumkan Washington dan Teheran pada 8 April.

Langkah Bahrain ini terjadi ketika negara-negara Teluk berada dalam keadaan siaga tinggi atas infiltrasi Iran, di mana Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) menindak tegas apa yang mereka sebut sebagai jaringan terkait Iran.

Seperti Iran, Bahrain merupakan negara mayoritas Syiah. Kesamaan inilah yang memberikan pengaruh nyata pada kerajaan tersebut, yang diperintah oleh dinasti Muslim Sunni. Mayoritas Syiah di kerajaan ini telah lama mengeluh tentang marginalisasi.

Human Rights Watch (HRW) bulan lalu menyatakan kekhawatiran setelah penangkapan puluhan orang sejak dimulainya perang Timur Tengah.

Beberapa dari mereka yang ditahan dituduh melakukan pengkhianatan, sementara yang lain ditangkap karena melakukan protes.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved