Wapres JD Vance Akan Jadi Pahlawan MAGA jika Mampu Bawa AS Keluar dari Perang, Ini Analisisnya

Selasa, 28 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Pilihan Trump atas para negosiator yang ditugaskan untuk menyelesaikan konflik dengan Iran telah menuai banyak kritik, dengan loyalitas politik, kepercayaan pribadi, dan insting sebagai orang luar diprioritaskan di atas diplomasi konvensional.

Negosiator kunci sejak tahun lalu adalah menantu dan penasihat Trump, Jared Kushner, dan pengembang real estat Steve Witkoff, orang kepercayaan lama presiden. Keduanya bergabung dengan Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin pembicaraan tingkat tertinggi dengan Iran dalam hampir 50 tahun pada awal bulan ini.

Tidak satu pun dari tokoh-tokoh ini adalah diplomat karier. Apakah ini masalah?

Mantan duta besar AS Gordon Gray mengatakan bahwa ketiganya memiliki dua hal yang menguntungkan mereka. “Pertama, mereka memiliki kepercayaan presiden, dan kedua, mereka memiliki akses langsung ke presiden,” katanya kepada Al Jazeera. “Anda tidak harus menjadi diplomat untuk bernegosiasi dengan sukses.”

Namun, Gray menambahkan, kurangnya pemahaman tentang isu nuklir merupakan kelemahan yang krusial. Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry – yang membantu merancang kesepakatan nuklir terakhir dengan Iran yang dibatalkan Trump pada masa jabatan pertamanya – juga bukan seorang ahli, “tetapi dia cukup cerdas dan sadar diri untuk membawa para ahli nuklir bersamanya ke dalam negosiasi”.

Kepercayaan Iran terhadap Witkoff dan Kushner sangat minim, mengingat negosiasi tahun lalu dengan Iran berakhir dengan perang 12 hari. Gray mencatat bahwa keputusan Trump untuk menambahkan Vance ke tim tersebut "secara khusus diminta oleh pihak Iran" dan "mungkin langkah yang cerdas".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved