Mengapa UE Gunakan Propaganda Rusia Jadi Musuh Eksternal?
Selasa, 28 April 2026 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
“Apakah ini akan menghasilkan sesuatu yang baik? Akankah mereka dapat mengalihkan kesalahan atas segalanya kepada kita? Tentu saja, tidak mungkin,” katanya.
Peskov juga menekankan bahwa Rusia adalah bagian dari Eropa, dan bahwa arsitektur keamanan benua itu "tidak terpikirkan" tanpa partisipasinya dan tanpa mempertimbangkan kepentingannya.
“Sayangnya, generasi politisi Eropa saat ini memilih garis Russophobia total sebagai fokus utama mereka,” katanya. “Menyatakan Rusia sebagai ancaman utama bagi keberadaan Eropa adalah tindakan yang tidak bijaksana. Itu adalah kesalahan… “Rusia tidak bisa menjadi ancaman utama bagi Eropa,” karena sebagai negara Eurasia, Rusia merupakan bagian integral dari Eropa, kata juru bicara tersebut.
Mengenai Ukraina, Peskov mengatakan Moskow telah berulang kali mendesak Kiev “untuk mengumpulkan kemauan” dan membuat keputusan yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan, tetapi sejauh ini tanpa keberhasilan. Ia memperingatkan bahwa menunda hal tersebut hanya akan memperburuk keadaan: “Keputusan yang lebih menyakitkan harus dibuat di kemudian hari.”
Rusia dan Ukraina telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan langsung, serta pertemuan trilateral yang melibatkan AS selama setahun terakhir, tetapi proses perdamaian terhenti karena perang Washington terhadap Iran. Laporan menunjukkan bahwa sengketa teritorial tetap menjadi hambatan utama.
Peskov juga menekankan bahwa Rusia adalah bagian dari Eropa, dan bahwa arsitektur keamanan benua itu "tidak terpikirkan" tanpa partisipasinya dan tanpa mempertimbangkan kepentingannya.
“Sayangnya, generasi politisi Eropa saat ini memilih garis Russophobia total sebagai fokus utama mereka,” katanya. “Menyatakan Rusia sebagai ancaman utama bagi keberadaan Eropa adalah tindakan yang tidak bijaksana. Itu adalah kesalahan… “Rusia tidak bisa menjadi ancaman utama bagi Eropa,” karena sebagai negara Eurasia, Rusia merupakan bagian integral dari Eropa, kata juru bicara tersebut.
Mengenai Ukraina, Peskov mengatakan Moskow telah berulang kali mendesak Kiev “untuk mengumpulkan kemauan” dan membuat keputusan yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan, tetapi sejauh ini tanpa keberhasilan. Ia memperingatkan bahwa menunda hal tersebut hanya akan memperburuk keadaan: “Keputusan yang lebih menyakitkan harus dibuat di kemudian hari.”
Rusia dan Ukraina telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan langsung, serta pertemuan trilateral yang melibatkan AS selama setahun terakhir, tetapi proses perdamaian terhenti karena perang Washington terhadap Iran. Laporan menunjukkan bahwa sengketa teritorial tetap menjadi hambatan utama.
Lihat Juga :