5 Fakta Kehancuran Pangkalan Militer AS di 7 Negara Arab Akibat Serangan Iran
Senin, 27 April 2026 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Serangan tersebut juga menghantam jaringan transportasi dan logistik, menargetkan pelabuhan dan infrastruktur yang penting bagi rantai pasokan regional. Analis yang dikutip oleh International Institute for Strategic Studies mengatakan pola serangan tersebut menunjukkan upaya yang disengaja untuk menimbulkan kerugian ekonomi di samping tekanan militer.
Di Bahrain, serangan merusak bangunan di dalam dan sekitar fasilitas yang terkait dengan Angkatan Laut AS Divisi Kelima. Armada tersebut menggarisbawahi jangkauan kampanye ke pusat-pusat militer yang dijaga ketat.
Sebuah Boeing E-3 Sentry hancur di darat selama serangan rudal dan drone Iran pada 27 Maret 2026, di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, menurut CNN. Laporan tersebut mengatakan Iran menggunakan kombinasi enam rudal balistik dan 29 drone, termasuk sistem tipe Shahed, yang menargetkan aset bernilai tinggi yang ditempatkan di pangkalan tersebut.
Setidaknya 12 hingga 15 anggota militer AS terluka dalam serangan itu, yang juga merusak atau menghancurkan beberapa pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker, tambah laporan itu.
Citra terverifikasi yang dikutip oleh CNN menunjukkan pesawat tersebut rusak parah, dengan bagian ekornya hancur dan kubah radarnya terlepas, sehingga platform tersebut tidak dapat beroperasi.
5. Prajurit AS Jadi Korban
Fasilitas komando dan kendali juga diserang. Serangan pada 1 Maret menargetkan pusat operasi taktis AS di Kuwait, di mana sebuah drone dilaporkan menghindari pertahanan udara dan menghantam lokasi tersebut secara langsung, menghancurkan struktur dan menyebabkan korban jiwa.Di Bahrain, serangan merusak bangunan di dalam dan sekitar fasilitas yang terkait dengan Angkatan Laut AS Divisi Kelima. Armada tersebut menggarisbawahi jangkauan kampanye ke pusat-pusat militer yang dijaga ketat.
Sebuah Boeing E-3 Sentry hancur di darat selama serangan rudal dan drone Iran pada 27 Maret 2026, di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, menurut CNN. Laporan tersebut mengatakan Iran menggunakan kombinasi enam rudal balistik dan 29 drone, termasuk sistem tipe Shahed, yang menargetkan aset bernilai tinggi yang ditempatkan di pangkalan tersebut.
Setidaknya 12 hingga 15 anggota militer AS terluka dalam serangan itu, yang juga merusak atau menghancurkan beberapa pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker, tambah laporan itu.
Citra terverifikasi yang dikutip oleh CNN menunjukkan pesawat tersebut rusak parah, dengan bagian ekornya hancur dan kubah radarnya terlepas, sehingga platform tersebut tidak dapat beroperasi.
(ahm)
Lihat Juga :