Kemitraan Strategis RI–Korsel Perkuat Posisi Indonesia di Bidang Pertahanan dan Teknologi
Jum'at, 24 April 2026 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sektor pertahanan, Curie menyoroti kolaborasi pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae sebagai proyek strategis bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia, meskipunekspektasi awal perlu disesuaikan dengan realitas terkini.
“Pengembangan KF-21 tetap strategis meski mungkin manfaat yang akan didapat tidak sama seperti yang diperhitungkan di awal.
Harapannya, penambahan mitra baru dalam pengembangan versi lanjutan KF-21 akan mengurangi cost share dan risiko kegagalan yang ditanggung kedua negara,” jelas Curie.
Dia menilai AI dan keamanan siber kini menjadi variabel utama dalam menentukan kekuatan nasional suatu negara. Teknologi tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan militer, tetapijuga menjadi fondasi daya saing ekonomi. Pengalaman konflik modern, seperti perang di Ukraina dan Gaza, menunjukkan bahwa AI dan sistem siber memberikan keunggulan dalampengumpulan data, analisis cepat, serta perluasan cakupan target operasi militer.
Pada akhirnya, lanjut Curie, kemitraan yang disepakati harus diimplementasikan oleh manusia. ‘’Ada banyak faktor yang memengaruhi sukses/gagalnya. Bukan hanya meniscayakan keahliandan pengetahuan SDM untuk menjembatani kolaborasi dan alih teknologi, tetapi juga rasa saling percaya dan memahami budaya kerja masing-masing bangsa. Inilah kenapa pertukaran budayadan pengembangan SDM menjadi strategis,’’ jelasnya.
Lomba menulis ISDS ini dimulai pada 17 April hingga 7 Juni 2026 yang bisa diikuti seluruh kalangan masyarakat yang usianya di atas 17 tahun. Info selengkapnya tentang lomba ada dihttps://bit.ly/Lomba-RI-Korsel. Pengumuman 18 pemenang lomba akan dilakukan pertengahan Juni 2026.
CEO yang juga Co-Founder ISDS, Dwi Sasongko, mengungkapkan lomba menulis ini dapat dilihat sebagai diplomasi publik yang kreatif dalam ikut mendorong keberhasilan kemitraanstrategis antara RI dan Korsel melalui people to-people.
“Pengembangan KF-21 tetap strategis meski mungkin manfaat yang akan didapat tidak sama seperti yang diperhitungkan di awal.
Harapannya, penambahan mitra baru dalam pengembangan versi lanjutan KF-21 akan mengurangi cost share dan risiko kegagalan yang ditanggung kedua negara,” jelas Curie.
Dia menilai AI dan keamanan siber kini menjadi variabel utama dalam menentukan kekuatan nasional suatu negara. Teknologi tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan militer, tetapijuga menjadi fondasi daya saing ekonomi. Pengalaman konflik modern, seperti perang di Ukraina dan Gaza, menunjukkan bahwa AI dan sistem siber memberikan keunggulan dalampengumpulan data, analisis cepat, serta perluasan cakupan target operasi militer.
Pada akhirnya, lanjut Curie, kemitraan yang disepakati harus diimplementasikan oleh manusia. ‘’Ada banyak faktor yang memengaruhi sukses/gagalnya. Bukan hanya meniscayakan keahliandan pengetahuan SDM untuk menjembatani kolaborasi dan alih teknologi, tetapi juga rasa saling percaya dan memahami budaya kerja masing-masing bangsa. Inilah kenapa pertukaran budayadan pengembangan SDM menjadi strategis,’’ jelasnya.
Lomba menulis ISDS ini dimulai pada 17 April hingga 7 Juni 2026 yang bisa diikuti seluruh kalangan masyarakat yang usianya di atas 17 tahun. Info selengkapnya tentang lomba ada dihttps://bit.ly/Lomba-RI-Korsel. Pengumuman 18 pemenang lomba akan dilakukan pertengahan Juni 2026.
CEO yang juga Co-Founder ISDS, Dwi Sasongko, mengungkapkan lomba menulis ini dapat dilihat sebagai diplomasi publik yang kreatif dalam ikut mendorong keberhasilan kemitraanstrategis antara RI dan Korsel melalui people to-people.
Lihat Juga :