Iran Beri Pengecualian untuk Rusia dan Negara Lain dalam Tarif Selat Hormuz

Jum'at, 24 April 2026 - 16:05 WIB
loading...
Iran Beri Pengecualian...
Kapal yang melintasi Selat Hormuz masih terbatas. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Iran memberikan pengecualian untuk sejumlah negara, termasuk Rusia, terkait biaya transit untuk melewati Selat Hormuz. Penjelasan itu diungkap Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, kepada Sputnik.

Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei, mengatakan pada hari Kamis bahwa Iran telah menerima pendapatan dari biaya penyeberangan Selat Hormuz untuk pertama kalinya, dengan dana yang ditransfer ke bank sentral negara tersebut.

"Saat ini kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, Kementerian Luar Negeri kami saat ini sedang berupaya untuk menerapkan pengecualian yang direncanakan untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia," kata duta besar tersebut ketika ditanya apakah Iran memberikan pengecualian terhadap tarif Selat Hormuz.

Iran mengumumkan rencana memberlakukan tarif setelah serangan AS dan Israel, dengan alasan biaya yang terkait dengan memastikan keamanan Selat Hormuz.

Iran kini telah menutup Selat Hormuz hingga blokade angkatan laut AS sepenuhnya dicabut.

Agresi AS dan Israel terhadap Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Baca juga: Kapal Induk AS Ke-3 Tiba di Dekat Iran, Trump Sebut Teheran Tak Punya Banyak Waktu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved