AS Hamburkan Senjata Rp603 Triliun dalam Perang Iran, dari Rudal Patriot hingga Tomahawk

Jum'at, 24 April 2026 - 14:57 WIB
loading...
A A A
Menurut sebuah studi Center for Strategic and International Studies (CSIS), AS hanya memiliki 3.000 rudal Tomahawk dalam persediaannya.

Menurut laporan The New York Times, Pentagon juga telah menembakkan lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot dalam perang tersebut, dengan biaya lebih dari USD4 juta per unit. Amerika Serikat memproduksi sekitar 600 rudal pencegat Patriot sepanjang tahun 2025.

Pasukan AS juga telah menggunakan lebih dari 1.000 rudal berbasis darat Precision Strike dan ATACMS, sehingga persediaan menjadi sangat rendah, imbuh laporan itu.

Pentagon belum mengungkapkan berapa banyak amunisi yang digunakan dalam 38 hari perang sebelum gencatan senjata berlaku lebih dari dua minggu lalu.

Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 13.000 target, tetapi para pejabat mengatakan kepada The New York Times bahwa angka tersebut menyembunyikan jumlah bom dan rudal yang sangat banyak yang digunakan karena pesawat tempur, pesawat serang, dan artileri biasanya menyerang target besar berkali-kali.

Perang Iran Mengungkap Kelemahan Militer AS


Perang di Iran telah menguras sebagian besar pasokan amunisi global militer AS, karena Pentagon mengirimkan bom, rudal, dan perangkat keras lainnya ke Timur Tengah dari komando di Asia dan Eropa untuk mendukung operasi tersebut. Hal ini membuat komando regional lainnya kurang siap tempur untuk menghadapi potensi konfrontasi dengan musuh di kawasan tersebut, seperti Rusia dan China.

Perang ini juga telah mengungkap ketergantungan Pentagon yang berlebihan pada rudal dan amunisi yang sangat mahal, terutama pencegat pertahanan udara, menimbulkan kekhawatiran tentang apakah industri pertahanan dapat mengembangkan senjata yang lebih murah, terutama drone serang, jauh lebih cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved