Apakah AS Akan Gunakan Bom Nuklir untuk Lenyapkan Peradaban Iran? Ini Jawaban Trump

Jum'at, 24 April 2026 - 07:10 WIB
loading...
Apakah AS Akan Gunakan...
Presiden Donald Trump menolak anggapan bahwa AS akan gunakan bom nuklir untuk melenyapkan peradaban Iran. Foto/The National Interest
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara ketika ditanya seorang jurnalis di Gedung Putih apakah Amerika akan menggunakan bom nuklir untuk melenyapkan peradaban Iran. Dia menegaskan tidak akan menggunakan senjata tersebut dan mengecam itu sebagai pertanyaan bodoh.

Penegasan Trump itu disampaikan hari Kamis waktu Washington. Awalnya, seorang jurnalis mengingat peringatan keras Trump terhadap Iran pada 7 April bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali" jika Teheran tidak menerima persyaratan dari Amerika. Peringatan itu telah dikecam para tokoh Amerika sebagai apokaliptik dan berpotensi genosida.

Baca Juga: Viral! Trump Diklaim Ingin Gunakan Kode Nuklir terhadap Iran tapi Dicegah Jenderal Tertinggi AS

“Mengapa pertanyaan bodoh seperti itu diajukan? Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir ketika kita telah sepenuhnya, dengan cara yang sangat konvensional, menghancurkan mereka tanpa itu? Tidak, saya tidak akan menggunakannya,” kata Trump.

"Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun," katanya lagi.

Trump menggunakan kesempatan itu untuk sekali lagi mengeklaim tentang skala kerusakan Iran akibat serangan militer AS, sambil menyatakan bahwa upaya mempersenjatai kembali apa pun oleh Teheran selama gencatan senjata dapat dihentikan dalam sekitar satu hari jika perlu.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya bisa membuat kesepakatan segera, tetapi menginginkan kesepakatan yang “abadi".

“Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga...tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan itu abadi,” kata Trump.

Washington memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu awal pekan ini, mengharapkan proposal terpadu dari Teheran, sambil tetap mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, bahkan ketika perundingan lanjutan dengan Teheran terhenti dan ketegangan terus berlanjut di sekitar Selat Hormuz.

Trump telah memperjelas bahwa tidak ada tenggat waktu pasti untuk mengakhiri perang, mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu bahwa "tidak ada kerangka waktu", dan mendesak para kritikus untuk tidak "terburu-buru".

Sementara itu, militer Iran mengatakan siap untuk melawan AS sampai meraih kemenangan penuh.

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS mencoba mengubah negosiasi menjadi "meja penyerahan diri", menambahkan bahwa perundingan dan "gencatan senjata penuh" hanya akan masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade maritim Amerika.

“Mereka tidak mencapai tujuan mereka melalui agresi militer, dan mereka juga tidak akan mencapainya melalui intimidasi. Satu-satunya jalan ke depan adalah dengan mengakui hak-hak bangsa Iran,” tulis Ghalibaf di X pada hari Kamis, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/4/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved