Rusia Tangkap 40 Warga Israel di Moskow, Diduga sebagai Sikap Pro-Iran
Kamis, 23 April 2026 - 12:16 WIB
loading...
Rusia tangkap 40 warga Israel setelah tiba di Bandara Domodedovo, Moskow. Penangkapan ini diduga terkait perang Israel-AS melawan Iran. Foto/Anadolu
A
A
A
MOSKOW - Setidaknya 40 warga Israel telah ditangkap dan ditahan setelah tiba di bandara Moskow dari Tel Aviv pada hari Minggu. Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi penahanan tersebut, namun menegaskan bahwa semuanya telah dibebaskan.
Para pelancong dilaporkan ditahan karena dicurigai memiliki hubungan dengan perang Israel melawan sekutu Rusia; Iran. Pasukan keamanan di Bandara Domodedovo, Moskow, dilaporkan menekankan kepada para tahanan bahwa Iran adalah sekutu Rusia dan bahwa siapa pun yang merupakan musuh Iran adalah "musuh kita juga".
Baca Juga: Kemlu RI Murka Israel Pasang Spanduk di Atas Gedung Rumah Sakit Indonesia di Gaza
"Segera setelah mengetahui insiden tersebut, atas instruksi Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar, Kementerian Luar Negeri bertindak bersama dengan kementerian luar negeri di Moskow dan dengan kedutaan Rusia di Israel," kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah pernyataan.
"Setelah intervensi ini, insiden tersebut diselesaikan, dan masuknya warga Israel disetujui. Pihak Rusia dibuat mengerti bahwa perilaku ini sama sekali tidak dapat diterima, dan Israel memandang insiden tersebut dengan sangat serius," imbuh kementerian tersebut, sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Kamis (23/4/2026).
Meskipun kementerian itu tidak dapat membahas detail lain dari penahanan 40 warga Israel, sumber yang mengetahui insiden tersebut mengatakan kepada media independen Rusia; Mediazone, bahwa para pelancong diinterogasi oleh pasukan keamanan Rusia karena dicurigai terlibat dalam perang Israel melawan Iran, dan ditahan selama lima jam tanpa akses ke makanan, air, atau pun toilet.
Mereka yang ditahan, di antaranya warga negara ganda dan warga Israel tanpa paspor Rusia, dilaporkan diperintahkan untuk membuka kunci ponsel mereka. Ketika menolak, mereka diperintahkan untuk mematikan ponsel.
Para warga Israel baru dibebaskan setelah menandatangani dokumen yang menekankan "ketidakbolehan melanggar hukum" dan memperingatkan terhadap pelanggaran tersebut.
Bandara Domodedovo menjadi lokasi insiden pada tahun 2019, ketika beberapa warga Israel ditolak masuk ke Rusia dalam perselisihan mengenai perjanjian visa bilateral. Pada kesempatan itu, mereka akhirnya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Israel dan AS meluncurkan kampanye pengeboman melawan Iran pada 28 Februari, dalam upaya untuk menggoyahkan rezim dan menghancurkan kemampuan nuklir dan rudal balistiknya.
Iran dan AS mencapai gencatan senjata yang rapuh selama 10 hari yang akan semestinya berakhir pada hari Rabu. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu.
Para pelancong dilaporkan ditahan karena dicurigai memiliki hubungan dengan perang Israel melawan sekutu Rusia; Iran. Pasukan keamanan di Bandara Domodedovo, Moskow, dilaporkan menekankan kepada para tahanan bahwa Iran adalah sekutu Rusia dan bahwa siapa pun yang merupakan musuh Iran adalah "musuh kita juga".
Baca Juga: Kemlu RI Murka Israel Pasang Spanduk di Atas Gedung Rumah Sakit Indonesia di Gaza
"Segera setelah mengetahui insiden tersebut, atas instruksi Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar, Kementerian Luar Negeri bertindak bersama dengan kementerian luar negeri di Moskow dan dengan kedutaan Rusia di Israel," kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah pernyataan.
"Setelah intervensi ini, insiden tersebut diselesaikan, dan masuknya warga Israel disetujui. Pihak Rusia dibuat mengerti bahwa perilaku ini sama sekali tidak dapat diterima, dan Israel memandang insiden tersebut dengan sangat serius," imbuh kementerian tersebut, sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Kamis (23/4/2026).
Meskipun kementerian itu tidak dapat membahas detail lain dari penahanan 40 warga Israel, sumber yang mengetahui insiden tersebut mengatakan kepada media independen Rusia; Mediazone, bahwa para pelancong diinterogasi oleh pasukan keamanan Rusia karena dicurigai terlibat dalam perang Israel melawan Iran, dan ditahan selama lima jam tanpa akses ke makanan, air, atau pun toilet.
Mereka yang ditahan, di antaranya warga negara ganda dan warga Israel tanpa paspor Rusia, dilaporkan diperintahkan untuk membuka kunci ponsel mereka. Ketika menolak, mereka diperintahkan untuk mematikan ponsel.
Para warga Israel baru dibebaskan setelah menandatangani dokumen yang menekankan "ketidakbolehan melanggar hukum" dan memperingatkan terhadap pelanggaran tersebut.
Bandara Domodedovo menjadi lokasi insiden pada tahun 2019, ketika beberapa warga Israel ditolak masuk ke Rusia dalam perselisihan mengenai perjanjian visa bilateral. Pada kesempatan itu, mereka akhirnya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Israel dan AS meluncurkan kampanye pengeboman melawan Iran pada 28 Februari, dalam upaya untuk menggoyahkan rezim dan menghancurkan kemampuan nuklir dan rudal balistiknya.
Iran dan AS mencapai gencatan senjata yang rapuh selama 10 hari yang akan semestinya berakhir pada hari Rabu. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu.
(mas)
Lihat Juga :