Viral! Trump Diklaim Ingin Gunakan Kode Nuklir terhadap Iran tapi Dicegah Jenderal Tertinggi AS
Kamis, 23 April 2026 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, kode nuklir AS—sering disebut Gold Codes atau "biscuit" adalah kode otorisasi khusus yang dibawa oleh Presiden Amerika Serikat untuk mengidentifikasi diri dan memerintahkan peluncuran senjata nuklir. Kode ini wajib digunakan untuk memverifikasi identitas Presiden sebagai Panglima Tertinggi kepada Pusat Komando Militer Nasional (NMCC) sebelum serangan nuklir dapat dilaksanakan.
Mengutip laporan dari Newsweek, Kamis (23/4/2026), Gedung Putih membantah klaim viral tersebut.
Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik juga telah menyatakan skeptisisme. Senator Thom Tillis mengatakan kepada Newsweek bahwa dia akan membutuhkan konfirmasi dari berbagai sumber sebelum menganggap klaim tersebut serius, menambahkan bahwa dia tidak dapat membayangkan skenario seperti itu menjadi pertimbangan yang nyata.
Klaim dari Johnson juga bertentangan dengan cara kerja sistem komando nuklir AS. Berdasarkan protokol yang telah ditetapkan, Ketua Kepala Staf Gabungan bertugas dalam kapasitas penasihat dan tidak memiliki wewenang untuk memblokir atau melaksanakan perintah peluncuran serangan nuklir.
Meskipun terdapat pengamanan seperti "aturan dua orang", sistem tersebut dirancang untuk memastikan bahwa setiap perintah yang sah dari panglima tertinggi Amerika dilaksanakan.
Mengutip laporan dari Newsweek, Kamis (23/4/2026), Gedung Putih membantah klaim viral tersebut.
Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik juga telah menyatakan skeptisisme. Senator Thom Tillis mengatakan kepada Newsweek bahwa dia akan membutuhkan konfirmasi dari berbagai sumber sebelum menganggap klaim tersebut serius, menambahkan bahwa dia tidak dapat membayangkan skenario seperti itu menjadi pertimbangan yang nyata.
Klaim dari Johnson juga bertentangan dengan cara kerja sistem komando nuklir AS. Berdasarkan protokol yang telah ditetapkan, Ketua Kepala Staf Gabungan bertugas dalam kapasitas penasihat dan tidak memiliki wewenang untuk memblokir atau melaksanakan perintah peluncuran serangan nuklir.
Meskipun terdapat pengamanan seperti "aturan dua orang", sistem tersebut dirancang untuk memastikan bahwa setiap perintah yang sah dari panglima tertinggi Amerika dilaksanakan.
(mas)
Lihat Juga :