Lebanon Butuh Rp10 Triliun untuk Atasi Krisis Kemanusiaan akibat Perang Israel

Rabu, 22 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
Lebanon Butuh Rp10 Triliun...
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Lebanon membutuhkan lebih dari USD588 juta (Rp10 triliun), selama enam bulan ke depan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang memburuk akibat perang Israel. Pernyataan itu diungkap Perdana Menteri Nawaf Salam pada hari Selasa (21/4/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee di Paris, Salam mengatakan dia telah meminta otoritas peradilan Lebanon untuk menindaklanjuti pembunuhan seorang penjaga perdamaian Prancis yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab, seperti dilaporkan kantor berita negara NNA.

UNIFIL mengatakan telah meluncurkan penyelidikan setelah salah satu posisinya "mendapat tembakan senjata ringan dari aktor non-negara" di desa Ghanduriyah di selatan pada hari Sabtu. Hizbullah membantah keterlibatan dalam serangan itu.

Salam menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata dengan Israel, dan mengatakan dia membahas rencana untuk konferensi internasional untuk mendukung tentara dan pasukan keamanan Lebanon.

“Lebanon tidak memilih perang ini; perang ini dipaksakan kepadanya,” katanya, menyerukan penghormatan penuh terhadap perjanjian gencatan senjata.

Mengenai biaya perang Israel, Salam mengatakan, “Lebanon membutuhkan 500 juta euro untuk mengatasi krisis kemanusiaan dalam enam bulan mendatang.”

Ia menambahkan stabilitas berkelanjutan bergantung pada penarikan Israel dari wilayah Lebanon, kembalinya pengungsi, dan pembebasan tahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved