7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Selasa, 21 April 2026 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
6. Konflik Inggris vs Belanda (abad ke-18–19)
Memasuki abad ke-18 dan 19, Selat Malaka kembali menjadi ajang persaingan antara dua kekuatan besar Eropa: Inggris dan Belanda. Konflik ini tidak hanya terjadi di Asia Tenggara, tetapi merupakan bagian dari rivalitas global antara kedua negara.
Perebutan Malaka dan wilayah sekitarnya berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari konflik militer hingga diplomasi. Puncaknya terjadi melalui Perjanjian London 1824, yang membagi wilayah pengaruh kedua negara.
Hasilnya, Inggris menguasai Semenanjung Malaya dan Singapura, sementara Belanda mengendalikan Nusantara. Selat Malaka pun menjadi batas geopolitik penting yang bertahan hingga kini.
7. Invasi Kekaisaran Jepang dalam Perang Malaya (1941–1942)
Pada Perang Dunia II, Selat Malaka kembali memainkan peran vital. Jepang melancarkan invasi cepat ke Malaya dalam operasi militer yang dikenal sebagai Perang Malaya.
Dengan strategi serangan kilat, Jepang berhasil mengalahkan pasukan Sekutu dan menguasai wilayah tersebut dalam waktu singkat. Penguasaan Selat Malaka memberi Jepang akses penting terhadap jalur logistik dan sumber daya di Asia Tenggara.
Keberhasilan ini memperlihatkan bahkan di era perang modern, Selat Malaka tetap menjadi titik kunci dalam strategi militer global.
Dari era kerajaan kuno hingga perang dunia, Selat Malaka selalu menjadi pusat perebutan kekuasaan. Nilainya tidak pernah berubah: siapa yang menguasai selat ini, menguasai arus perdagangan dan strategi geopolitik kawasan.
Hingga hari ini, Selat Malaka tetap menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Meski konflik besar tidak lagi terjadi seperti masa lalu, potensi ketegangan tetap ada, mengingat pentingnya jalur ini bagi ekonomi global.
Sejarah panjang peperangan di Selat Malaka menjadi pengingat bahwa di balik jalur perdagangan, selalu ada kepentingan besar yang siap dipertahankan—bahkan dengan kekuatan militer.
Baca juga: Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
(sya)
Lihat Juga :